SENAYANPOST - Pada Senin 21 Oktober 2024 Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Jakarta melantik para menteri dan para wakil menteri serta kepala badan negara dan wakilnya.
Salah salah satu figur muda yang dilantik adalah Diaz Faisal Malik Hendropriyono yang dilantik sebagai Wakil Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Wakil Kepada Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Penggemar musik yang akrab disapa Diaz Hendropriyono ini pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo menjabat sebagai staf khusus kepresidenan dan sering menyuarakan kepeduliannya terhadap ancaman dari dampak perubahan iklim akibat pemanasan global.
Keseriusannya dalam upaya penanganan dampak-dampak dari pemanasan global ini dituangkan dalam karyanya yang berjudul "Dangerous Humans; Toward Zero eMission?" pada akhir November 2023.
Kegigihannya untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya kerusakan lingkungan dituangkannya dalam film documentary hasil kolaborasi dengan Deddy Corbuzier yang diberi judul yang sama "Dangerous Humans; Toward Zero eMission?"
Dalam film dokumenter tersebut, Diaz Hendropriyono berdasarkan hasil kajian-kajian ilmiah dan lapangan yang digelutinya, menggagas beberapa upaya yang perlu dilakukan dalam menangani ancaman atas lingkungan hidup yaitu :
Pertama, perlunya memfasilitasi semua ecopreneurs perlu difasilitasi agar dapat lebih mudah berkolaborasi dalam sebuah sustainable ecosystem yang terbangun.
Kedua, pendidikan mengenai perubahan iklim harus menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa siswi di seluruh Indonesia
“Agar generasi penerus tidak menjadi dangerous humans selanjutnya, akan tetapi jadi generasi yang lebih baik,” tegasnya.
Ketiga, perlunya peningkatan anggaran riset terkait perubahan iklim.
Keempat, perlu adanya sumber pendanaan tambahan untuk pencapaian target penurunan emisi.
“Beberapa star ups dapat berkontribusi untuk mendukung mekanisme carbon credit, sepertri Truclimate dan Terra Thrive yang menawarkan jasa carbon management dan carbon accounting atau carbon ethics yang menghubungkan pelaku usaha dengan pemilik hutan,” ungkapnya
Kelima, Perlu ada dorongan agar semua produk-produk yang ramah lingkungan mendapatkan eco label secara bertahap.
“Secara khusus perlu ada upaya seluruh UMKM di Indonesia yang memiliki keterbatasan pembiayaan bisa mendapatkan sertifikat hijau tersebut supaya lebih mudah untuk menembus pasar internasional. Sekaligus membantu UMKM naik kelas,” jelasnya.