nasional

KTT Yordania: Indonesia Siap Evakuasi hingga Bangun Rumah Sakit Lapangan di Gaza

Rabu, 12 Juni 2024 | 19:22 WIB
Menhan Prabowo Subianto di KTT Yordania menegaskan Indonesia siap evakuasi dan bangun rumah sakit lapangan di Gaza. (X.com/@KemhanRI)

SENAYANPOST - Indonesia yang diwakili oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT di Yordania membahas situasi terkini di Gaza.

Menhan Prabowo yang mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan komitmen Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina di Gaza.

Tidak hanya itu, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia juga siap untuk meningkatkan bantuan kepada UNRWA, organisasi PBB yang menaungi pengungsi Palestina.

"Kami siap meningkatkan secara signifikan kontribusi kami untuk UNRWA serta bantuan kemanusiaan lainnya yang dibutuhkan," kata Prabowo Subianto pada 11 Juni 2024, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Baca Juga: Gegara Olok-olok Palestina di Restoran Terafiliasi Penjajah Israel hingga Viral, Lima Siswa Ini Wajib Lapor ke Disdik DKI Jakarta

Prabowo juga menjelaskan bahwa Indonesia siap membangun rumah sakit lapangan lebih banyak di Gaza untuk membantu warga sipil yang membutuhkan bantuan medis.

"Kami juga siap mengerahkan lebih banyak tenaga medis, membangun rumah sakit lapangan untuk beroperasi di Gaza," lanjutnya.

Tidak hanya itu, Indonesia juga siap mengoperasikan kembali dua kapal rumah sakitnya, KRI dr Radjiman Wedyodiningrat dan KRI dr Soeharso.

"Kami juga siap untuk sekali lagi mengerahkan kapal bantu rumah sakit dan mengerahkan seluruh alutsista udara yang ada untuk berpartisipasi menerjunkan bantuan (airdrop) jika dibutuhkan," bebernya.

Baca Juga: AS Sebut Israel Penjajah Berkomitmen Gencatan Senjata di Gaza

Selanjutnya, Indonesia juga menyatakan kesiapannya menampung 1.000 pasien warga Gaza ke Indonesia.

"1.000 pasien itu akan dirawat di rumah sakit Indonesia dan akan dipulangkan ke Gaza saat situasi kembali normal," ujarnya.

Warga Gaza khususnya anak-anak juga akan mendapatkan perawatan psikologis pasca trauma.

"Mereka akan mendapatkan perawatan pascatrauma juga akan kami sekolahkan mereka, kemudian mereka akan pulang ke Gaza saat situasinya kembali normal," lanjutnya.

Halaman:

Tags

Terkini