nasional

Tauladani Buya Syafii, Kader Muda Muhammadiyah Refleksikan Pemikirannya

Kamis, 30 Mei 2024 | 12:21 WIB

SENAYANPOST – Tepat 2 (dua) tahun lalu, 27 Mei 2022 Prof Ahmad Syafii Maarif yang akrab dipanggil Buya Syafii menghembuskan nafas terakhirnya. Akan tetapi nafas pergerakannya dilanjutkan oleh kader-kader Muhammadiyah yang mentauladaninya.

 

Bertempat di SaRang Building II di kawasan Tirtonirmolo Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, kader-kader muda Muhammadiyah yang tergabung dalam komunitas Anak Panah dan Islam Milenial merefleksikan pemikiran Buya Syafii dengan tajuk Tarikan Nafas Buya Syafii; Keislaman, Keindonesiaan dan Kemanusiaan pada Rabu 29 Mei 2024.

 

Pemateri kegiatan ini yaitu Staff Khusus Menteri Sekretaris Negara Fajar Riza Ul Haq, Ketua Departemen Politik dan Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gajah Mada Abdul Gaffar Karim dan Direktur Lalu Linta Kepolisian Daerah Yogyakarta Kombes Pol Alfian Nurrizal.

 

Abdul Ghaffar Karim menggambarkan Buya Syafii sebagai tokoh besar seperti Gus Dur yang multidimensi dan semakin langka di negeri ini yaitu mereka yang tidak takut dengan kebesarannya.

 

“Buya tidak takut dengan kebesarannya sendiri, dan tidak menampakkan kebesarannya dengan sengaja sehingga tidak terganggu dengan kebesarannya,” jelasnya.

 

Fajar Riza Ul Haq Staf menjelaskan semangat keislaman dalam pandangan Buya Syafii adalah semangat yang harus selaras dengan keindonesiaan.

“Bagi Buya inti dari Islam adalah kemanusiaan. Sehingga kedekatan Buya dengan seniman telah mempertajam rasa kemanusiaannya,” jelas mantan direktur Maarif Institute ini.

 

Sementara itu Kombes Pol Alfian Nurrizal mengungkapkan gagasan penting Buya Syafii adalah kemanusiaan yang mendapatkan keadilan sosial dan menceritakan dirinya diberikan pesan wasiat dari Buya Syafii sebagai petarung.

Halaman:

Tags

Terkini