SENAYANPOST - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara mengenai nasib harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.
Hal tersebut berkaitan dengan harga minyak mentah dunia yang sempat mengalami penurunan selama beberapa waktu terakhir.
Aktivitas pengiriman minyak mentah yang melintas di Selat Hormuz juga mengalami kenaikan sejak konflik memanas antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir Februari lalu.
Bahlil soal Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi
Menteri ESDM Bahlil mengungkapkan bahwa harga BBM nonsubsidi disesuaikan mengikuti harga minyak global dan kurs.
Baca Juga: Komisaris Utama Pertamina Dorong Penurunan Harga BBM Nonsubsidi Mulai Juli 2026
Mengenai potensi harga BBM nonsubsidi turun pada bulan Juli, Bahlil meminta publik untuk menunggu keputusan dari pemerintah.
"Kita lihat aja nanti," ucap Bahlil kepada awak media saat ditemui di kompleks Gedung DPR RI pada Senin, 29 Juni 2026.
Ia juga menyinggung tentang upaya pemerintah tak menaikkan BBM nonsubsidi ketika harga minyak dunia sedang naik.
"Teman-teman juga harus fair dong. Pada saat harga minyak lagi naik, dua bulan lebih hampir tiga bulan kan enggak kita naikkan," ujar Bahlil.
"Masa baru naik dua minggu atau tiga minggu ya? Teman-teman sudah tanya itu. Kenapa waktu kemarin kok tidak tanya enggak diturunkan," lanjutnya sebelum pergi meninggalkan area gedung.
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi per 10 Juni 2026
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga mengumumkan harga terbaru BBM per 10 Juni 2026 dengan perubahan terjadi pada Pertamax dan Pertamax Green.
Artikel Terkait
Pertamina Ungkap Alasan Naikkan Harga Pertamax, Fokus Jaga Pasokan BBM Tetap Aman
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik demi Jaga Daya Beli
Di Balik Aksi Demo Ihwal PCMB Jabar hingga BBM Naik, Ada Aksi Ibu-Ibu Goreng Cireng Dadakan
ESDM Klaim BBM B50 Aman untuk Kendaraan, Padahal Pernah Uji Coba Sendiri di 2025 dan Hasilnya Bikin Kecewa
Komisaris Utama Pertamina Dorong Penurunan Harga BBM Nonsubsidi Mulai Juli 2026