Viral Pengakuan Ketua BEM FH UBK Terima Duit usai Bertemu Wapres Gibran, Apa Motif di Baliknya?

photo author
Hanggi Martyas Laksono, Senayan Post
- Kamis, 25 Juni 2026 | 07:10 WIB
Menyoroti isu aksi berbayar yang diduga melibatkan massa mahasiswa FH UBK di Jakarta hingga mediasi tertutup dengan Wapres Gibran (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti isu aksi berbayar yang diduga melibatkan massa mahasiswa FH UBK di Jakarta hingga mediasi tertutup dengan Wapres Gibran (Instagram.com/@undercover.id)

SENAYANPOST - Beredarnya video pengakuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (FH UBK), Muhammad Abdimaludin yang diduga menerima sejumlah uang dari oknum kepolisian saat demo di Jakarta jadi sorotan publik.

Sebelumnya diketahui, Abdi mengakui dirinya telah menerima sejumlah uang saat demo bertajuk, "Tata Ulang Indonesia" di Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026 lalu.

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, Abdi menyampaikan hal tersebut di depan civitas akademika UBK.

Abdi mengaku menerima uang untuk menahan agar massa yang dibawanya saat itu, agar tak berdemonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Kejanggalan Aliansi BEM Bersatu, Terungkap Anggota Palsu

"Terkait persoalan yang menjadi objek pembicaraan, terkait uang itu, saya memang menerima," ujar Abdi video tersebut.

Berdasarkan penelusuran, pengakuan Ketua BEM FH UBK tersebut disampaikan dalam forum klarifikasi yang digelar mahasiswa pada Senin, 22 Juni 2026 malam.

Kala itu, Abdi tak menyebutkan rinci ihwal total besaran uang yang disebut telah diterimanya.

Kendati demikian, Abdi memastikan, uang tunai yang telah diterimanya berkisar 20 persen dari total yang dijanjikan.

"Rp2,5 juta ke 2 alumni, Rp2 juta ke wakil saya, 2 juta ke Mubarak, dan 2 juta ke BEM FE UBK," sebut Abdi.

Abdi menyebut, uang tersebut telah digunakan untuk keperluan pribadi, serta juga didistribusikan kepada jajaran pengurus BEM FH UBK, serta pengurus BEM Fakultas Ekonomi UBK.

Dalam keterangannya, Abdi mengatakan uang itu diberikan melalui seorang anggota kepolisian yang ia kenal dari seorang alumni UBK.

"Sebelumnya ada pihak kepolisian agar kami tidak turun aksi, tapi kita tetap turun," ungkapnya.

"(Uang) itu sebagai bentuk penyuapan, ada namanya Bang Aan," sambung Abdi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi Martyas Laksono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X