Suli Daim Bekali Dai Muhammadiyah Strategi Dakwah Komunitas, Tekankan Perkuat Kolaborasi dan Sinergi

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Minggu, 21 Juni 2026 | 14:10 WIB

SENAYANPOST - Anggota Komisi E Dewan perwakilan Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur Dr Suli Daim MM pada Minggu 21 Juni 2026 menyampaikan materi dalam rapat koordinasi wilayah (rakorwil) Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur 

Dakwah komunitas yang menjadi instrumen mobilisasi sosial dalam Muhammadiyah harus memperkuat moderasi beragama, cinta tanah air dan solidaritas kemanusiaan.

"Muhammadiyah sejak awal menempatkan Indonesia sebagai Darul Ahdi wasy Syahadah. Negara konsensus nasional yang harus dijaga," jelasnya,

Dijelaskannya, jangkauan dakwah komunitas sangat luas sebagai instrumen mobilisasi sosial, bukan sekedar menggerakkan massa, tapi mebggerakkan kesedaran partisipasi dan gerakan sosial. Dakwah komunitas memenuhi kebutuhan komunitas masyarakat, bukan membahas konteks ayat, tetapi perubahan mereka dengan pendekatan humanis, memanusiakan manusia.

"Anggota LDK ini penghuni surga. Ruang garapan itu adalah ruang yang dihadapi oleh masyarakat. Maka, peran strategis LDK PWM Jatim, harus koordinasi gerakan dakwah, menjadi penghubung wilayah, daerah dan cabang," tegas mantan pemimpin Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur ini. 

Pengembangan metode dakwah yang sesuai dengan karakter kebangsaan dan pemberdayaan komunitas dengan mendorong kemandirian ekonomi

"Komunitas-komunitas yang panjenengan bimbing itu, bagaimana bisa mandiri dan bangkit di tengah krisis ini

Diungkapkannya, jaringan Muhammadiyah sangat luas. Saat ini terdapat 19 kader Muhammadiyah menjabat menteri dan wakil menteri, yang menjadi modal sosial yang sangat besar. Maka dari itu, solusinya adalah memperkuat sinergi dakwah cabang hingga ranting, peningkatan kapasitas dai, pemetaan komunitas dalam database komunitas sasaran di tinggat daerah hingga ranting, penguatan dakwah digital dengan menghadirkan konten-konten Islam Berkemajuan yang mencerahkan, dan kolaborasi multi-pihak.

"Masa depan dakwah Muhammadiyah tidak ditentukan banyaknya orang ceramah, tetapi sejauh mana dakwah itu mampu mengubah hidup masyarakat. Melalui dakwah komunitas, masyarakat tidak hanya menerima pesan agama, tetapi juga memperoleh solusi atas persoalan kehidupan," pungkasnya.

 

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X