SENAYANPOST – Dewan Guru Besar (DGB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Kamis 18 Juni 1989 melakukan anjang sana mengunjungi Kraton Majapahit Jakarta yang terletak di kawasan Cipayung Jakarta Timur.
Rombongan dipimpin Ketua DGB UGM Prof Dr Muhammad Baiquni sebelum memasuki Balairung Mahapatih Gajah Mada berkeliling Tamansari Maharatu Tribhuwana Tunggadewi, Pendopo Agung Maharaja Hayam Wuruk dan Alun-Alun Kertarajasa dipandu Ponggawa Kraton Majapahit Jakarta Susi Susanti.
Memasuki Balairung Mahapatih Gajah Mada, rombongan DGB UGM disambut sejumlah alumni Universitas Gadjah Mada dan keluarga besar Kraton Majapahit Jakarta.
Menyambut rombongan DGB UGM Ketua Kraton Majapahit Jakarta Prof AM Hendropriyono menjelaskan fungsi Kraton Majapahit Jakarta yang telah berperan penting sebagai penjuru restorasi kebudayaan bagi Bangsa Indonesia.
Pembangunan Kraton Majapahit Jakarta sejak awal tahun 2023 didukung penuh oleh tim ahli sejarah kebudayan yang diketuai oleh Guru Besar UGM Prof Dr Djoko Suryo.
“Saya sangat berterima kasih kepada Prof Djoko Suryo dan tim ahli sejarah kebudayaan yang turut membantu gagasan pembangunan Kraton Majapahit Jakarta,” jelas purnawirawan baret merah ini.
Pembangunan Kraton Majapahit Jakarta tidak lepas dari gagasan adanya Aksara Nusantara sebagai simplifikasi dari Aksara Hanacaraka yang diapresiasi oleh Sultan Cevi Yusuf Isnendar Al Banjari selaku keturunan Kerajaan Majapahit.
“Kita telah melahirkan aksara baru yang merupakan simplifikasi Honocoroko, mendapatkan gelar dari Sultan Cevi pewaris budaya Kerajaan Majapahit, di mana salah satu keturunan pangeran Kesultanan Banjar dibuang Belanda ke Cianjur dan terlacak secara genealogis. Istrinya kebetulan orang Solo dan masih trah Kasunanan Surakarta,” ungkapnya.
Sultan Cevi Yusuf Isnendar Al Banjari merupakan raja kebudayaan pertama di Indonesia yang dilantik oleh Pemerintah Republik Indonesia cq Menteri Kebudayaan RI Dr Fadli Zon pada 6 Mei 2025 di Kraton Majapahit Jakarta. Sultan Cevi Yusuf Isnendar Al Banjari pada Senin 25 Mei 2026 memberikan gelar kehormatan kepada Dr Saiful Rohman yaitu Pangeran Adipati Saiful Rohman Suryaningrat sebagai Rakawi Agung Kraton Majapahit Jakarta.
“Semua yang berkontribusi menangkat kebudayaan asli bangs akita, dikasih gelar. Bukan gelar yang diperjuan-belikan. Tapi mereka yang berkontribusi dalam aspek, diseleksi tim dari universitas penjurunya UGM sehingga otoritasnya berbobot. Bisa terus diturunkan, agar Dinasti Suryaningrat menyebar di Nusantara, Asia Tenggara, tetapi mandalanya dari Madagaskan hingga barat laut Australia,”tegas Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pada antara tahun 2001 – 2004 ini.
Menanggapi pandangan Ketua Kraton Majapahit Jakarta Prof AM Hendropriyono, Ketua Dewan Guru Besar UGM Prof Muhammad Baiquni menjelaskan bahwa UGM memiliki 5 (lima) ciri khas yaitu universitas perjuangan, universitas nasional, universitas kerakyatan, universitas Pancasila dan universitas kebudayaan.
“Kami menyambut kerjasama Kraton Majapahit Jakarta dengan UGM sebagai episentrum kebudayaan Nusantara. Kami akan rangkul berbagai kraton dan etnik-suku, agar memiliki marwah dan menjadi tamansari dunia,” terangnya.