Qatar, sebagai salah satu korban agresi tersebut mengecam keras lewat pernyataan Emir-nya.
"Ibu kota negara saya menjadi sasaran serangan berbahaya yang menargetkan kediaman keluarga para pemimpin Hamas dan delegasi negosiasi mereka," kata Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, dalam pidato pembukaannya.
Sheikh Tamim menambahkan bahwa Israel tidak tertarik untuk mengakhiri perang di Gaza, karena Israel berusaha "menggagalkan negosiasi".
"Jika Anda ingin menuntut pembebasan sandera, mengapa mereka membunuh semua negosiator? Bagaimana kita bisa menampung delegasi negosiasi dari Israel di negara kita sementara mereka mengirim drone dan pesawat untuk serangan udara terhadap negara kita?" ujarnya.
Emir Qatar menambahkan bahwa Netanyahu bermimpi kawasan Arab menjadi wilayah pengaruh Israel.
"Ini adalah ilusi yang berbahaya", katanya.
Baca Juga: Donald Trump Lepas Tangan: Serangan Israel ke Qatar Perintah Netanyahu, Bukan Washington
Negosiasi antara Israel dan Hamas hampir mencapai titik temu dengan bantuan negara saudara, Mesir, dan Amerika Serikat.
Hal ini telah menghasilkan pembebasan banyak sandera.
"Israel tetap bersikeras dan bersikeras melanjutkan perang", ujarnya.***