internasional

RAHIM Terus Serukan Perdamaian untuk Palestina dan Israel

Jumat, 13 Oktober 2023 | 15:23 WIB
Evakuasi penduduk Kota Gaza. (YouTube)

Yohannes Elias, Dissemination & Information Manager Rahim mengatakan bahwa kekejian Hamas dengan melakukan pembantaian di festival musik untuk perdamaian yang diselenggarakan dekat perbatasan jalur Gaza serta di kota-kota selatan Israel, menunjukkan jati diri Hamas yang sesungguhnya. Setelah membantai masyarakat sipil tidak bersenjata termasuk 40 bayi di Kfar Aza, mereka juga menculik, melecehkan korbannya dan menjadikan sandera dan membawanya ke wilayah jalur Gaza amat sangat melukai perikemanusiaan.

"Aksi keji tersebut sangat jauh jika dianggap sebagai tindakan patriotisme untuk perjuangan kemerdekaan. Di sisi lain saya berharap Israel hanya membalas kepada yang bersalah yaitu Hamas, dengan meminimalisir korban penduduk Palestina di jalur Gaza, walau itu sulit karena Hamas selalu menjadikan penduduk sipil Palestina sebagai tameng hidup. Harapan akan perdamaian tidak boleh berhenti, harapan itu harus selalu dibangun," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Operational & Finance Director
Rahim, Leo Agustinus Yuwono mengatakan bahwa serangan, atau lebih tepatnya pembantaian yang dilakukan Hamas kepada Penduduk Israel, sangat mencederai kemanusiaan. Di mana rakyat sipil yang secara sengaja ditargetkan, yaitu mereka yang sedang berpartisipasi dalam pagerlaran (konser) musik untuk perdamaian, dan juga penduduk setempat. Dan hal ini ditambah dengan pertunjukan yang tidak patut dan sangat tidak manusiawi yaitu mengarak jenazah korban, menculik anak-anak dan orang tua, serta melakukan eksekusi mati di hadapan keluarga.

Ia melanjutkan, "Sangat keji dan jauh dari peri kemanusiaan. Secara khusus, saya menyayangkan reaksi dari para tokoh nasional yang justru mendukung dan memberikan pujian kepada apa yang dilakukan Hamas di hari Jum'at kelam tersebut sebagai aksi heroik dan sebuah kemajuan. Ini sangat disayangkan."

Rahim juga menyesalkan bahwa banyak media di tanah air yang terus-menerus melakukan provokasi dengan menyebarkan berita-berita hoax tak sesuai fakta di lapangan dan mendukung agresi Hamas terhadap Israel tanpa melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Peneliti Rahim K.H. Roland Gunawan menyatakan, "Hampir seluruh media di Indonesia mendukung serangan Hamas ke Israel. Berita-berita hoax yang disebarkan membuat banyak orang menganggap tentara Hamas sebagai hero atau pahlawan. Banyak orang bangga rokel-roket Hamas berhasil menembus pertahanan Israel. Bahkan banyak juga orang senang tentara Hamas menembaki, menewaskan, menculik dan menyandera warga sipil Israel. Sungguh, ini sangat memprihatinkan."

Menurut Roland, serangan Hamas ke Israel tidak bisa serta-merta dianggap mewakili kehendak negara dan rakyat Palestina. Juga tidak bisa diklaim sebagai perang agama antara Yahudi dan Islam. Serangan ini murni merupakan serangan kelompok teroris Hamas yang memang tidak menghendaki perdamaian terwujud antara Israel dan Palestina.       

"Sejak awal berdirinya Hamas selalu menjadi penghalang bagi setiap upaya perdamaian antara Israel dan Palestina. Mereka tidak sedang membela kepentingan rakyat Palestina, melainkan membela kepentingan kelompok mereka sendiri. Palestina hanya dijadikan tameng untuk menarik simpati masyarakat Muslim dunia," tutupnya.

Overseas Research Manager Rahim Avigayil Solomon menyampaikan, "Saya sangat menyayangkan bahwa pernyataan sikap sebagian besar organisasi kemanusiaan di dunia terlalu netral dan tidak dengan tegas mengecam tindakan Hamas yang jelas-jelas melanggar hukum humaniter internasional dalam cara mereka yang dengan sengaja menjadikan penduduk sipil, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan penduduk usia lanjut, dan penyandang cacat sebagai target operasi mereka, baik itu pembantaian maupun penculikan."

Avigayil Solomon sangat heran melihat begitu banyak orang pribadi maupun organisasi yang secara terbuka mengeluarkan pernyataan yang malah memuji tindakan Hamas yang keji ini. "Ada pengajaran di dalam Yudaisme yang mengatakan: One who becomes compassionate to the cruel will ultimately become cruel to the compassionate - Barangsiapa yang berbelas kasihan kepada orang yang kejam pada akhirnya akan bersikap kejam terhadap orang yang memiliki belas kasih," pungkasnya.


Serangan Roket Hamas dari Gaza

Pada Sabtu, 7 Oktober 2023, Pukul 6.15 Sirene di Re'im dan seluruh wilayah selatan Israel (sekitar perbatasan Israel-Gaza) berbunyi--roket-roket sedang diluncurkan dari Gaza ke wilayah Israel. Peserta festival musik mulai berlari kocar-kacir.

Pukul 8.15
Sirene di Yerusalem dan seluruh wilayah tengah Israel berbunyi--roket-roket diluncurkan dari Gaza. Beberapa penduduk yang sedang beribadah di Synagoge mengencangkan doanya. Kebanyakan synagoge memiliki bungker anti bomb di mana umat dapat bersembunyi selama sirene berlangsung. Beberapa penduduk yang tinggal di rumah (terutama wanita dan anak-anak) melindungi diri mereka di bungker.

Pukul 10.15
Puluhan tentara militan Hamas dari Gaza menyusup ke Re'im dan mulai menembaki peserta festival tersebut. Beberapa dari mereka diculik oleh Hamas dan dibawa ke Gaza.

Organisasi sukarelawan Israel ZAKA menemukan 260 jenasah di tempat festival tersebut, akibat penyerangan penembakan tersebut. https://edition.cnn.com/middleeast/live-news/israel-hamas-gaza-attack-10-08-23/h_a705b661b6265ed0ddfcd85e9136281a

Halaman:

Tags

Terkini