Anak-anak dan orang miskin sering melakukan tradisi “souling” — berkeliling dari rumah ke rumah untuk meminta “soul cakes” (kue arwah) sambil mendoakan keluarga yang telah meninggal.
Baca Juga: Babak Baru Kasus Korupsi Harvey Moeis: Sandra Dewi Relakan Aset Mewah yang Kini Disita Kejagung
Inilah cikal bakal tradisi trick-or-treat modern.
Halloween kemudian meluas ke benua Amerika.
Halloween dibawa ke Amerika Utara oleh imigran Irlandia dan Skotlandia pada abad ke-19.
Baca Juga: Raisa Bongkar Alasan Gugat Cerai Hamish Daud, Saya Bukan Menyerah
Di sana, perayaan berkembang menjadi acara sosial dan komunitas: pesta kostum, dekorasi labu (jack-o’-lantern), permainan ramalan cinta, hingga kegiatan anak-anak seperti trick-or-treating.
Tradisi jack-o’-lantern sendiri berasal dari legenda Irlandia tentang Stingy Jack, pria yang menipu iblis dan dihukum mengembara membawa lentera dari lobak — yang kemudian diganti dengan labu di Amerika.
Pada era modern masa kini, Halloween dirayakan dengan suka cita dan kerap menampilkan kesan seram.
Baca Juga: Raisa dan Hamish Daud Sepakat Asuh Anak Bersama, Kami Saling Menjaga
Kini Halloween dirayakan setiap 31 Oktober di banyak negara, terutama di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Irlandia.
Tradisinya meliputi:
1. Anak-anak berpakaian seram dan trick-or-treat
Baca Juga: Jule Akui Selingkuhi Na Daehoon, Permintaan Maafnya Dikritik, Terlalu Fokus ke Brand
2. Dekorasi bertema hantu dan film horor