Ada banyak pertempuran di dalam alur tersebut, tetapi pertarungannya dengan Tanjiro dan Giyu adalah salah satu yang paling tak terlupakan dan emosional.
Inilah alasan lain mengapa Akaza adalah karakter terbaik Demon Slayer: ia jauh lebih dalam daripada yang terlihat.
Selain memberikan kontras yang sangat dibutuhkan dengan Tanjiro dengan membandingkan kekuatan egoisnya dengan kekuatan baik hati Tanjiro, alur karakter Akaza juga merupakan yang paling mengharukan di Demon Slayer.
Momen-momen terakhir Akaza berbeda dari iblis lain dalam seri ini, karena ia mengungkapkan penyesalan dan kesedihan yang tulus atas kekejaman yang telah dilakukannya.
Baca Juga: Daftar Bioskop di Jakarta yang Bakal Tayangkan Demon Slayer Kimetsu no Yaiba To The Hashira Training
Pada akhirnya, sebagian besar iblis di Demon Slayer justru semakin terpuruk dan berusaha membenarkan tindakan mereka, atau memohon belas kasihan yang tidak pernah mereka tunjukkan kepada korbannya.
Banyak pembunuh iblis, seperti Tanjiro, menunjukkan empati dan membunuh iblis secepat dan selembut mungkin. Namun, Akaza tidak ingin dikasihani.***
Artikel Terkait
Daftar Bioskop di Jakarta yang Bakal Tayangkan Demon Slayer Kimetsu no Yaiba To The Hashira Training
Belum Pernah Dijelaskan di Manga, Anime Demon Slayer Kimetsu no Yaiba Ungkap Misteri Besar Ini!
Ada Bedanya, Ini Perbandingan Anime dan Manga Demon Slayer Kimetsu no Yaiba: To The Hashira Training
Apakah Demon Slayer Kimetsu No Yaiba To The Hashira Training Ada Post Credit Scene? Simak Penjelasannya di Sini
Daftar Karakter yang Muncul di Film Demon Slayer Infinity Castle, Penggemar Wajib Simak!