SENAYANPOST - Profesinya memang menjadi pembalap MotoGP lulusan dari VR46 Academy, artinya Marco Bezzecchi itu muridnya Valentino Rossi yang musim ini penampilannya gacor, tapi ternyata pembalap Mooney VR46 Racing Team ini baru punya SIM alias Surat Izin Mengemudi.
Sebagai pembalap profesional dan mutidnya Valentino Rossi di VR46 Academy, tidak membuat Marco Bezzecchi mudah untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi alias SIM, pembalap asal Italia ini mendapatkan SIM ketika usianya genap 24 tahun.
Terlambat memiliki SIM motor memang kejadian yang tidak aneh bagi pembalap MotoGP, seperti Fabio Quartararo yang juga telat memiliki Surat Izin Mengemudi.
Bahkan Fabio Quartararo harus dikawal polisi, ketika menjalani event tertentu yang mengharuskan dirinya mengendarai sepeda motor di jalan raya.
Dikutip dari Corriere della Sera, Marco Bezzecchi yang pernah jadi muridnya Valentino Rossi, lulus ujian untuk SIM A3, yang diizinkan pengendara untuk mengendarai berbagai tipe motor, di Italia SIM A3 ini memang hanya bisa didapat oleh masyarakat yang usianya sudah 24 tahun.
Sama seperti di Indonesia, Marco Bezzecchi juga ikut sekolah berkendara sebelum membuat SIM, dia sekolah berkendara di Bassani Driving School, di Pesaro, Italia.
Sekolah berkendara tersebut merupakan sekolah berkendara terkenal di Italia, pembalap MotoGP asal Italia seperti Valentino Rossi, Franco Morbidelli dan Marco Melandri daftar di sekolah berkendara tersebut.
Uniknya, menurut Massimo Papa, supervisor Bezzecchi di Bassani Driving School mengatakan, walaupun Marco Bezzecchi trengginas di sirkuit, tapi ketika berkendara di jalan raya dia sangat berhati-hati.
Baca Juga: Jelang MotoGP Indonesia 2023, Hotel di Mandalika Mulai Penuh Disewa
"Dibanding orang lain, mereka lebih merasa takut ketika berkendara di jalanan, sementara anak-anak normal merasa lebih percaya diri dan berani. Para pembalap terbiasa melihat kanan dan kiri karena mereka tahu bahaya datang ketika Anda tak menduganya," pungkas Massimo Papa.***