nasional

TEGAS! Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur: Jangan Ajari Muhammadiyah NKRI Harga Mati

Kamis, 6 Agustus 2026 | 20:41 WIB

 

SENAYANPOST – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Dr HM Sholihin Fanani secara tegas memberikan sinyal teguran keras kepada pihak-pihak yang kerap menyuarakan slogan NKRI Harga Mati, khususnya diarahkan kepada Warga Muhammadiyah.

“Jangan mengajarkan Muhammadiyah tentang NKRI, karena Muhammadiyah yang melahirkan Indonesia,” tegasnya disampaikan pada dialog kebangsaan bertema Menjadi Indonesia; Memaknai Agama, Kebhinekaan dan Konsensus Negara Kesatuan Republik Indonesia yang digelar oleh Lembaga Dakwah Komunitas PW Muhammadiyah Jawa Timur yang dihadiri oleh puluhan mantan narapidana kasus terorisme pada Kamis 6 Agustus 2026 di Gedung Dakwah Muhammadiyah kawasan Kertomenanggal Surabaya.

Penegasan ini disampaikan untuk membantah tudingan dan narasi yang mendiskreditkan peran Muhammadiyah dalam melahirkan Bangsa Indonesia dan mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

“Kita harus hati-hati dalam bernarasi. Kehadiran KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah untuk memperkuat Bangsa Indonesia di bidang pendidikan dan kesehatan,” tegas putra dari salah satu tokoh senior Banser (Barisan Ansor Serbaguna) NU Surabaya ini.

Jika dihitung-hitung, terdapat 23 tokoh dan kader Muhammadiyah yang menjadi pahlawan nasional dari KH Ahmad Dahlan, Nyai Ahmad Dahlan, KH Mas Mansur, Ki Bagus Hadikusumo, Presiden Soekarno, Panglima Besar Jenderal Soedirman dan Presiden HM Soeharto. Dari awal, Muhammadiyah berkonsentrasi dalam memerangi kemiskinan dan kebodohan.

“KH Ahmad Dahlan memilih diksi memerangi kemiskinan dan kebodohan, karena sudah pada taraf yang sangat parah. Bangsa Indonesia dapat berkelahi dan berperang sendiri karena kemiskinan dan kebodohan,” jelasnya.

Pakar pengembangan sumber daya manusia keguruan ini menyoroti kondisi Bangsa Indonesia yang seolah-olah ada pihak yang tidak ingin Bangsa Indonesia ini maju, cerdas dan makmur.

“Sampai sekarang upaya memerangi kemiskinan dan kebodohan belum tuntas. Seakan-akan bangsa ini tidak boleh manjadi bangsa yang pintar dan makmur,” ungkapnya.

Dialog Kebangsaan ini dipandu oleh Anggota Bidang Dialog Lintas Agama LDK PW Muhammadiyah Jawa Timur Muhammad Afdhillah, Ph.D yang merupakan dosen program studi perbandingan agama Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya.

Dalam dialog ini, para peserta berdiskusi aktif dalam membahas sejumlah pertanyaan terkait identitas Islam Indonesia, hubungan antar umat beragama dan konsistensi Muhammadiyah dalam kenegaraan dan kebangsaan.

Tags

Terkini