nasional

Hadiri Rakorwil LDK Muhammadiyah, BNNP Jawa Timur Ajak Dai Komunitas Perangi Peredaran Narkoba

Minggu, 21 Juni 2026 | 15:20 WIB

SENAYANPOST - Perkembangan narkoba di kalangan masyarakat khususnya generasi muda semakin marak dan meresahkan. Bahkan di kalangan pelajar tingkat menengah pertama dan menengah atas semakin meluas.

"Narkoba yang dijual ke anak-anak SMA SMP itu ada paket hemat. Dapat dipastikan anak mudanya LL (lemas dan longor)," Anggota Penggerak Swadana Masyakat Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur Ahmad Syahirul Basyir pada Minggu 21 Juni 2026 dalam rapat koordinasi wilayah (rakorwil) Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jawa Timur kawasan Kertomenanggal Surabaya.

 

Narkoba termasuk kejahatan trans-nasional. Salah satu sumbernya adalah kawasan golden-triangel antara Myanmar Thailand dan Laos. Ganja bisa dari dalam negeri, seperti di Aceh atau di Tengger Jawa Timur. Adapun sabu bisa jadi bandarnya orang sendiri atau dari luar negeri.

Negara-negara maju dalam menghancurkan negara-negara lemah cukup mengedarkan narkotika. Susahnya menghilangkan nerkoba di negara kita karena kejahatan internasional, unsur ekonomi, luasnya wilayah Indonesia dan munculnya narkoba jenis baru.

"Bagi yang kena sabu, guyonan di BNN ada 2 (dua) pintu keluar, RSJ atau penjara (menjadi pengedar atau melakukan tindakan kriminal). Narkotika sekarang lebih ke otak, tidak langsung membuat orang meninggal," jelas mantan aktifis Pemuda Muhammadiyah Sukomanunggal Surabaya ini.

Jawa Timur menduduki peringkat kedua peredaran narkoba terbesar di Indonesia. Salah satu akses adalah bagian utara Madura menggunakan nelayan-nelayan kecil mengambil narkoba dari tengah laut.

"BNN selalu menempatkan Madura sebagai intens-spesifik, karena dari Madura, barang (narkoba, red) akan ke tempat lain di Jawa Timur," ungkapnya.

Diungkapkannya, BNN perlu bersinergi dengan dari-dai Muhammadiyah di LDK yang tidak hanya ceramah di atas podium, di tengah keterbatasan BNN mendekati masyarakat.

"Muhammadiyah AlhamduliLlah sering memberikan edukasi penyalahgunaan narkoba di masjid-masjid seperti saat ceramah di Shalat Tarawih di Bulan Puasa lalu. Kami ada keterbatasan ke masyarakat, tapi panjenengan sedoyo punya keluasan ke masyarakat," pungkasnya.

 

Tags

Terkini