SENAYANPOST - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menambah pemberhentian sejumlah kereta api jarak jauh di Stasiun Jatinegara pada Jumat, menyusul potensi kepadatan lalu lintas akibat aksi penyampaian pendapat yang berlangsung di kawasan Jakarta Pusat.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan kebijakan tersebut mulai diberlakukan pukul 13.00 WIB sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran layanan kepada pelanggan.
"Kebijakan ini mulai diberlakukan pukul 13.00 WIB," kata Franoto Wibowo pada 12 Juni 2026, dikutip SenayanPost.com dari Antara.
Menurutnya, penambahan pemberhentian di Stasiun Jatinegara dilakukan karena aksi unjuk rasa yang dipusatkan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas menuju Stasiun Gambir.
Antisipasi Kemacetan ke Stasiun Gambir
Franoto menjelaskan, meningkatnya volume kendaraan di sejumlah ruas jalan utama Jakarta dapat memengaruhi akses masyarakat menuju Stasiun Gambir.
Karena itu, KAI memberikan alternatif bagi penumpang untuk naik maupun turun di Stasiun Jatinegara tanpa mengubah jadwal perjalanan kereta.
"Penambahan pemberhentian di Stasiun Jatinegara merupakan bentuk peningkatan layanan kepada pelanggan agar tetap dapat melakukan perjalanan dengan nyaman, aman, dan tepat waktu, meskipun terdapat potensi kepadatan lalu lintas," ujarnya.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut tidak memengaruhi jadwal keberangkatan maupun kedatangan kereta.
"Jadwal perjalanan kereta api tetap sesuai dengan yang tertera pada tiket," kata Franoto.
Baca Juga: Kemenhub Alihkan Pengelolaan Prasarana ke KAI guna Percepat Proyek Strategis DDT
KAI Sudah Informasikan ke Penumpang