SENAYANPOST - Sorotan publik kembali tertuju ke dunia kesehatan usai seorang dokter magang di RSUD K.H Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi meninggal dunia diduga karena beban kerja yang berlebih.
Dokter Myta Aprilia Azmy merupakan dokter magang dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) yang dikabarkan harus tetap bekerja meski kondisi kesehatannya pun sedang menurun.
Menanggapi atensi yang diberikan oleh publik, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan akan mengambil langkah tegas yang diperlukan jika terbukti ada kelalaian.
“Langkah tegas termasuk pembekuan sementara wahana internship maupun fasilitas kesehatan yang terlibat,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman dalam keterangan resminya pada Senin, (4/5/26).
Baca Juga: Presiden Prabowo Pangkas Harga Pupuk Bersubsidi 20% Guna Lindungi Petani dari Krisis Global
Kemenkes Terjunkan Tim Investigasi
Lebih lanjut, untuk mendalami kasus ini, Aji mengungkapkan bahwa Kemenkes menerjunkan tim investigasi.
Kasus tersebut, kata Aji menjadi perhatian serius karena mencuat dugaan ketidaksesuaian standar atau kelalaian.
“Kemenkes telah mengirimkan tim investigasi terpadu yang terdiri dari Inspektorat Jenderal, Ditjen SDM Kesehatan, Ditjen Kesehatan Lanjutan, dan tim ahli profesi untuk melakukan penelusuran menyeluruh,” jelasnya.
Ada beberapa aspek yang akan diinvestigasi, mulai dari pelayanan medis, tata kelola wahana internship, beban kerja dokter muda, pendampingan peserta, hingga proses skrining kesehatan sebelum penempatan.
Baca Juga: Pertamina Kembali Naikkan Harga BBM, 3 Jenis BBM Ini Harganya Naik Mulai 4 Mei 2026
Kondisi dan Rekam Medis Dokter Myta Aprilia Ikut Diperiksa
Adapun kondisi kesehatan dokter Myta yang sebelumnya disebut mengalami sesak napas berat dan demam tinggi juga akan diperiksa melalui rekam medis.
“Informasi awal terkait kondisi kesehatan almarhumah, termasuk dugaan penyakit penyerta, akan diverifikasi lebih lanjut,” ucap Aji.