Penelusuran dengan mengaudit rekam medis, proses medical check up, dan pengumpulan keterangan dari keluarga, rekan sejawat, pendamping, dan nakes yang menangani dokter Myta juga turut dilakukan dalam investigasi tersebut.
Kasus Meninggalnya Dokter Myta
Dokter Myta menjadi salah satu dokter magang di RSUD K.H Daud Arif, Kuala Tukal, Jambi sejak Agustus tahun lalu. Kondisi kesehatannya menurun sampai harus masuk ke ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang sebelum akhirnya meninggal dunia pada 1 Mei 2026.
Ikatan Alumni FK Unsri sudah mengirim surat kepada Kemenkes pada 30 April 2026, menyebutkan ada dugaan beban kerja berlebihan yang harus ditanggung dokter Myta. Surat tersebut juga mendesak Kemenkes untuk melakukan audit karena diduga dokter pembimbing magang pun minim dalam melakukan supervisi.
Selain itu, juga dugaan fasilitas yang terbatas, seperti terjadinya kekosongan obat. Isu adanya dugaan perundungan yang dialami mendiang pun sempat muncul, tapi belum ada konfirmasi resmi mengingat proses investigasi dari Kemenkes pun baru dilakukan. *
Artikel Terkait
Kemenkes: MBG Bantu Atasi Stunting hingga Perbaikan Kualitas Gizi Anak Indonesia
Nilai Banyak Orang Salah Persepsi soal Biaya Kesehatan, Dirut BPJS Ali Ghufron Mukti: Dikira Murah, Padahal Mahal
2 Alasan Polda Metro Jaya Lakukan Penahanan Dr Richard Lee Terkait Kasus Dugaan Pelanggaran Perlindungan Konsumen
Kemenkes Catat Penurunan Kasus Campak Nasional Sebesar 93 Persen Sejak Awal 2026
Kemenkes Jelaskan Kronologi Kematian Dokter Magang di Cianjur Akibat Komplikasi Campak