"Waktu itu saya berdoanya ya handphone-nya saja yang di situ, jadi istri saya tuh sudah di rumah sakit," tambahnya.
Baca Juga: TASPEN Serahkan Santunan Rp283 Juta bagi Ahli Waris Guru Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
Merasa Bersalah, Tak Menjaga sang Istri
Mengenang kembali peristiwa tragis itu, Radit mengaku dirinya merasa bersalah lantaran tidak di sisi sang istri saat hendak pulang kerja.
"Saya merasa bersalah, kenapa dia harus kerja," sebutnya.
Di sisi lain, Radit juga menyesali insiden yang dialami istrinya kini membawa duka mendalam bagi pihak keluarga.
"Merasa bersalah ke mertua, tidak bisa menjaga istri saya, marah dan kecewa," imbuh Radit.
Baca Juga: Dugaan Penganiayaan Terhadap Perempuan di Cibinong Viral, Pelaku Diduga Terpengaruh Minuman Keras
Pesan Terakhir dalam Ingatan
Dalam kecelakaan beruntun ini, jadwal keberangkatan para penumpang KRL sempat tersendat lantaran adanya taksi yang tertemper KRL lain di area Stasiun Bekasi Timur.
Hal tersebut, ternyata juga sempat diungkapkan korban kepada suaminya melalui pesan singkat.
"Sayang, ini keretanya nabrak mobil," kata Radit menuturkan pesan terakhir yang disampaikan istrinya.
Setelah semalaman mencari ke sejumlah RS Bekasi, Radit akhirnya menemukan keberadaan sang istri, namun dalam balutan peti jenazah di RS Polri Kramat Jati, Jakarta. *