Pilu Suami Lepas Kepergian Istrinya yang Korban Tewas dalam Insiden KRL di Bekasi: Merasa Bersalah, Kenapa Dia Harus Kerja

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Kamis, 30 April 2026 | 20:15 WIB
Menyoroti penuturan suami korban tewas dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Instagram.com/@lambegosiip)
Menyoroti penuturan suami korban tewas dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Instagram.com/@lambegosiip)

"Waktu itu saya berdoanya ya handphone-nya saja yang di situ, jadi istri saya tuh sudah di rumah sakit," tambahnya.

Baca Juga: TASPEN Serahkan Santunan Rp283 Juta bagi Ahli Waris Guru Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Merasa Bersalah, Tak Menjaga sang Istri

Mengenang kembali peristiwa tragis itu, Radit mengaku dirinya merasa bersalah lantaran tidak di sisi sang istri saat hendak pulang kerja.

"Saya merasa bersalah, kenapa dia harus kerja," sebutnya.

Di sisi lain, Radit juga menyesali insiden yang dialami istrinya kini membawa duka mendalam bagi pihak keluarga.

"Merasa bersalah ke mertua, tidak bisa menjaga istri saya, marah dan kecewa," imbuh Radit.

Baca Juga: Dugaan Penganiayaan Terhadap Perempuan di Cibinong Viral, Pelaku Diduga Terpengaruh Minuman Keras

Pesan Terakhir dalam Ingatan

Dalam kecelakaan beruntun ini, jadwal keberangkatan para penumpang KRL sempat tersendat lantaran adanya taksi yang tertemper KRL lain di area Stasiun Bekasi Timur.

Hal tersebut, ternyata juga sempat diungkapkan korban kepada suaminya melalui pesan singkat.

"Sayang, ini keretanya nabrak mobil," kata Radit menuturkan pesan terakhir yang disampaikan istrinya.

Setelah semalaman mencari ke sejumlah RS Bekasi, Radit akhirnya menemukan keberadaan sang istri, namun dalam balutan peti jenazah di RS Polri Kramat Jati, Jakarta. *

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X