nasional

Presiden Prabowo Subianto Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II Senilai Rp116 Triliun

Rabu, 29 April 2026 | 20:41 WIB
Prabowo Subianto resmikan pembangunan 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II. (Dok. Promedia)

- Pengembangan Aspal Buton diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan dari 5 ribu ton pada 2025 menjadi 300 ribu ton pada 2030.

- Proyek ini mendorong optimalisasi sumber daya lokal sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi daerah penghasil serta membuka peluang kerja di sektor konstruksi dan material.

Baca Juga: After Party Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju Digelar di Bali, Kapan?

Hilirisasi Tembaga dan Emas
BUMN Holding: PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT Len Industri (Persero)
Lokasi: Gresik (Jawa Timur)

- Pengembangan fasilitas Brass Mill, Brass Cup, serta manufaktur logam mulia berbasis anode slime.

- Proyek ini memperkuat industri strategis nasional serta membuka peluang kerja bernilai tambah tinggi di sektor manufaktur logam.

Pengolahan Sawit menjadi Oleofood dan Biodiesel
BUMN Holding: PT Perkebunan Nusantara III (Persero)
Lokasi: Sei Mangkei (Sumatera Utara)

- Pengembangan klaster hilirisasi sawit melalui fasilitas oleofood dan biodiesel.

Baca Juga: Gaji Pengasuh di Daycare Little Aresha, 1 Orang Asuh 10 Bayi

- Proyek ini meningkatkan nilai tambah komoditas sawit sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani serta penguatan ketahanan energi nasional. Fasilitas Pengolahan Pala menjadi Oleoresin

Lokasi: Maluku Tengah (Maluku)

- Pengembangan fasilitas pengolahan pala menjadi oleoresin.

- Proyek ini memperkuat ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan serta meningkatkan pendapatan petani melalui produk bernilai tambah lebih tinggi.

Fasilitas Terpadu Kelapa
BUMN Holding: PT Perkebunan Nusantara III (Persero)
Lokasi: Maluku Tengah (Maluku)

- Pengembangan fasilitas pengolahan kelapa terintegrasi menghasilkan MCT, coconut flour, dan activated carbon.

Halaman:

Tags

Terkini