Presiden Prabowo Subianto Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II Senilai Rp116 Triliun

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Rabu, 29 April 2026 | 20:41 WIB
Prabowo Subianto resmikan pembangunan 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II. (Dok. Promedia)
Prabowo Subianto resmikan pembangunan 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II. (Dok. Promedia)

- Proyek ini memperkuat keandalan distribusi energi, khususnya di wilayah Indonesia Timur, sehingga mendorong pemerataan pembangunan dan memperkecil kesenjangan harga antarwilayah.

Baca Juga: Kecaman Paus Leo XIV atas Donald Trump, Romo Yustinus Sumantri Jelaskan Teologi Magisterium

Fasilitas Pengolahan Batu Bara menjadi DME
BUMN Holding: PT Pertamina (Persero), PT Mineral Industri Indonesia (Persero)
Lokasi: Tanjung Enim (Sumatera Selatan)

- Pengembangan fasilitas produksi DME berkapasitas 1,4 juta ton per tahun di Tanjung Enim, dengan PTBA sebagai operator dan Pertamina Patra Niaga sebagai offtaker.

- Proyek ini mensubstitusi impor LPG yang saat ini memenuhi 80% kebutuhan nasional.

- Selain memberikan efisiensi devisa, proyek ini memperkuat ketahanan energi domestik serta menciptakan peluang kerja baru dalam pengembangan industri hilir berbasis energi.

Baca Juga: Kenang Buya Syafii, Pemimpin Katholik Surabaya Ungkap Persahabatan Pendiri Muhammaidyah dan Romo Frans Van Lith

Pengembangan Fasilitas Manufaktur Baja Nirkarat dari Nikel
BUMN Holding dan mitra: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. dan mitra strategis.
Lokasi: Indonesia Morowali Industrial Park (Sulawesi Tengah)

- Pengembangan fasilitas produksi stainless steel slab berkapasitas 1,2 juta ton per tahun berbasis nikel lokal melalui proses peleburan dan pemurnian modern.

- Inisiatif ini meningkatkan nilai tambah mineral dalam negeri sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja industri serta pertumbuhan ekonomi kawasan industri secara berkelanjutan.

Pengembangan Fasilitas Produksi Slab Baja Karbon dari Bijih Besi Lokal
BUMN Holding dan mitra: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. dan mitra strategis.
Lokasi: Cilegon (Banten)

Baca Juga: Karyawan Alice Norin Jadi Penumpang di KRL yang Terlibat Tabrakan di Bekasi Timur

- Pengembangan fasilitas produksi steel slab berkapasitas 1,5 juta ton per tahun melalui peningkatan proses produksi dan modernisasi fasilitas existing untuk mencapai efisiensi operasional.

- Sebagai bagian dari industri dasar, proyek ini memperkuat fondasi industrialisasi nasional serta mendukung efisiensi pembangunan infrastruktur dan peningkatan daya saing industri domestik.

Ekosistem dan Fasilitas Produksi Aspal Buton
BUMN Holding: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Lokasi: Karawang (Jawa Barat)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X