Larijani menggambarkan situasi regional sebagai tidak stabil dan menghubungkan ketidakstabilan tersebut dengan apa yang disebutnya sebagai 'pelecehan dan provokasi' yang dilakukan oleh entitas pendudukan Israel.
Ia mengatakan bahwa hampir ada konsensus di kawasan itu bahwa Israel adalah 'aktor yang ceroboh' yang merusak keamanan, dan mendesak negara-negara regional untuk menjaga persatuan dan melanjutkan koordinasi serta konsultasi.
Upaya untuk mendorong sinergi politik yang lebih besar di kawasan itu untuk membangun keamanan kolektif yang berkelanjutan juga dibahas, catatnya.
Baca Juga: Bikin Jepang dan Iran Ketar-ketir, Ini Perjalanan Timnas Indonesia di Ajang AFC Futsal 2026
Pembicaraan Nuklir Jadi Fokus Utama
Masalah pembicaraan nuklir mendapat perhatian luas selama pertemuannya, kata Larijani, menambahkan bahwa para pemimpin regional menyatakan minat untuk memahami perkembangan terbaru dan bagaimana mereka dapat membantu.
Ia mencatat bahwa Emir dan perdana menteri Qatar memiliki gagasan dalam hal ini dan telah berhubungan dengan pihak lain, berupaya memahami posisi Teheran.
"Iran menilai perilaku dan konsultasi Qatar dan Oman dalam masalah ini secara positif," katanya.
Selama kunjungannya ke Doha, Larijani bertemu dengan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.
Ia juga mengadakan pembicaraan dengan delegasi Hamas yang dipimpin oleh ketua dewan kepemimpinan gerakan tersebut, Mohammed Darwish.
Diskusi mencakup perkembangan terkini dalam perundingan nuklir, masalah pencabutan sanksi, cara untuk memperkuat kerja sama ekonomi bilateral, dan koordinasi berkelanjutan mengenai perkembangan regional.
Sebelumnya pada hari Rabu, negosiasi dengan AS digambarkan sebagai 'relatif baik' oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, yang mengindikasikan bahwa Washington tampaknya tertarik untuk mengarahkan pembicaraan menuju 'solusi yang tepat'.
Berbicara kepada Al Alam TV, Larijani memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk menilai hasilnya setelah hanya satu putaran diskusi.
"Kita harus memantau kelanjutannya," ungkapnya.