Berbicara kepada Al Jazeera, Barrack menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Ahmad Al Sharaa tidak menginginkan perang dengan Israel dan menyerukan untuk memberi kesempatan kepada kepemimpinan Suriah yang baru.
Pada tanggal 25 Juni, Presiden Al Sharaa mengatakan bahwa berbagai upaya tengah dilakukan untuk menghentikan serangan Israel melalui negosiasi tidak langsung dengan Israel, yang dimediasi oleh perantara internasional.
Surat kabar Israel Hayom melaporkan bahwa Tzachi Hanegbi, kepala Dewan Keamanan Nasional Israel, tengah melakukan pembicaraan langsung antara pemerintah Suriah dan Israel, yang menunjukkan bahwa Suriah mungkin menjadi kandidat untuk bergabung dalam perjanjian normalisasi.
Menurut laporan tanggal 24 Juni, Hanegbi mengatakan dalam sebuah pertemuan tertutup dengan anggota Knesset bahwa baik Suriah maupun Lebanon merupakan kandidat untuk bergabung dalam Perjanjian Abraham.
Ia menambahkan bahwa ada komunikasi langsung dengan Suriah di semua tingkatan, termasuk dengan Presiden Ahmad Al Sharaa, yang bertentangan dengan klaim sebelumnya tentang adanya pembicaraan tidak langsung.
Dalam pertemuan tanggal 22 Juni, Hanegbi mengonfirmasi bahwa ia secara pribadi memimpin diskusi tersebut, dengan fokus pada keamanan dan koordinasi politik.
Mengenai potensi penarikan diri dari zona penyangga dengan Suriah, Hanegbi menyatakan bahwa jika normalisasi terjadi, maka pihaknya akan mempertimbangkannya.***