Pernyataan kantor media tersebut muncul saat Israel terus, sejak awal bulan ini, melakukan pengepungan dan pemusnahan brutal di Jalur Gaza utara di bawah apa yang disebut Rencana Jenderal, yang bertujuan untuk mengusir ratusan ribu warga Palestina yang masih tinggal di utara jalur tersebut.
Lebih dari 500 warga Palestina telah tewas di wilayah utara sejak dimulainya pengepungan dua minggu lalu, yang difokuskan terutama pada kota Jabalia dan kamp pengungsiannya.
Setidaknya delapan warga sipil tewas di Jabalia pada hari Selasa, sehari setelah lebih dari 10 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan Israel terhadap sekolah UNRWA di kota utara tersebut.
Israel juga menyerang Gaza selatan pada tanggal 22 Oktober, menewaskan sedikitnya lima orang di Rafah dan Khan Yunis, termasuk seorang anak.
Sementara itu, pejuang perlawanan Palestina masih menghadapi pasukan Israel di wilayah utara meskipun kondisinya sangat buruk.
Baca Juga: Wapres Gibran Pantau Uji Coba Makan Siang Gratis di SMPN 270 Jakarta Utara
Sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam, mengatakan pada tanggal 22 Oktober dalam sebuah pernyataan bahwa mereka meledakkan alat peledak di dekat sekelompok 12 tentara, menewaskan dan melukai beberapa dari mereka.***