Dari jalan-jalan, makan bersama, hingga menghadiri acara kondangan.
Tarif yang dipatok untuk layanan offline memang lebih mahal.
Mulai dari Rp125 hingga Rp350 ribu, tergantung pada jenis layanan dan durasi waktu.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, mengonfirmasi keberadaan bisnis ini di kota tersebut.
Baca Juga: VIRAL Siswa SMKN 1 Sale Ungkap Pungli di Hadapan Ganjar Pranowo
Beliau mengaku pernah melihat sendiri praktik bisnis sewa pacar ini.
Dia berharap pihak terkait untuk memantau kegiatan tersebut.
Agar bisnis ini tidak menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat, terutama remaja.
Baca Juga: Syahnaz Sadiqah Selingkuh dengan Suami Orang, Farhat Abbas Inisiasi Deportasi dari Bandung
Bisnis sewa pacar ini mengundang perbincangan luas di Kota Mataram.
Sebagian masyarakat menyambut positif sementara yang lain mengkritik keras.
Bagaimanapun, fenomena ini membuka pertanyaan mengenai dinamika hubungan sosial di era digital dan kebutuhan akan interaksi sosial yang semakin kompleks. ***