SENAYANPOST - Anime One Piece kali kembali menuai perdebatan di media sosial.
Salah satu animator One Piece menilai Toei Animation harus memecat departemen suara karena dinilai tidak profesional.
Spontan saja, pernyataan animator One Piece ini menjadi sorotan penggemar.
Kritik tajam ini pertama kali dilontarkan oleh akun X dengan nama @Hone_honeHONE.
Sebagaimana pantauan SenayanPost.com di X, ternyata pernyataan ini sudah dihapus pemiliknya.
Baca Juga: Update Terbaru One Piece Live Action Season 2, Netflix Bakal Umumkan Jadwal Tayang
Sementara penggemar telah memperdebatkan kualitas animasi dan alur cerita selama bertahun-tahun, kritik langsung dari seseorang di dalam studio jarang terjadi, dan menunjukkan frustrasi kreatif yang lebih dalam.
Komentar tajam tersebut telah membuka pintu gerbang bagi para penggemar dan orang lain dalam komunitas anime untuk merenungkan aspek teknis dari pertunjukan tersebut, khususnya penggunaan efek audio yang menurut sebagian orang telah ketinggalan zaman.
Audio yang Usang di Era Modern
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Screen Rant, salah satu pokok bahasan utama yang diperdebatkan adalah ketergantungan Toei Animation pada efek suara yang sudah ada sejak beberapa dekade lalu, yang banyak di antaranya berasal dari waralaba lama lainnya seperti Dragon Ball.
Meskipun efek tersebut dapat memicu nostalgia bagi penonton lama, para kritikus berpendapat bahwa efek tersebut terasa malas dan terputus dari standar modern dalam produksi anime.
Baca Juga: Ngeri! Ternyata Ini Kekuatan Asli Ksatria Suci dalam Dunia One Piece, Luffy Bakal Tersaingi?
Seiring dengan berkembangnya teknik dan ekspektasi animasi, suara-suara daur ulang ini kini tampak mencolok dan tidak pada tempatnya, sehingga merusak imersi yang biasanya didukung oleh desain suara berkualitas tinggi.
Para pendukung komentar animator tersebut percaya bahwa sudah saatnya bagi Toei untuk mengubah pendekatannya dan merangkul lanskap suara yang lebih inovatif dan dinamis.