entertainment

Karnak van Java di Kota Proklamator

Rabu, 5 Juni 2024 | 01:31 WIB
Percandian Penataran Candi Negara era Majapahit

 

 

Mush’ab Muqoddas, Lc

Pimpinan Redaksi Senayan Post

 

Pembangunan komplek Candi Penataran berlangsung hingga 200 tahun lebih telah menunjukkan kesinambungan pembangunan peradaban di Nusantara yang terus berkelanjutan lintas rezim kerajaan yang silih berganti dan bahkan bersaing secara politik.

Seperti Karnak Temple di provinsi Luxor bagian selatan Mesir yang dibangun untuk pemujaan Amun Ra Dewa Pelindung Mesir yang pembangunannya berlangsung lebih dari 600 tahun. Pembangunan pertama dimulai pada masa Pharaoh Sanusret Satu pada tahun 1971 Sebelum Masehi dan Pharaoh Horemheb pada tahun 1290 Sebelum Masehi memberikan sentuhan terakhir.

Para penguasa setelahnya hanya memperbaiki pintu dan akses masuk ke Karnak Temple. Salah satunya adalah Spinks Street.

Candi Penataran terletak 14 kilometer ke arah dari Stasiun Kota Blitar yang dikenal dengan Kota Bung Karno. Kereta Api adalah salah satu transportasi alternatif untuk menuju kota Blitar.

Pembangunan Percandian Penataran dimulai di atas tanah perdikan untuk beribadah dan bersyukur kepada Penguasa Gunung Kelud yang disebut Batara Palah. Hal ini tertulis dalam Prasasti Palah yang diukir tahun 1197 Masehi pada masa Raja Kertajaya penguasa Kerajaan Kediri yang beragama Hindu. Salah satu kalimatnya berbunyi Ketika dia Sri Maharaja setiap hari berada di tempat penyembahan Paduka Batara Palah.

Walaupun Kerajaan Kediri ditumbangkan oleh Kerajaan Singasari, raja-raja Singasari tetap melestarikan kawasan tersebut sebagai tempat peribadatan seperti Raja Kertanegara yang beragama Buddha dan merupakan konseptor persatuan Nusantara yang membangun Candi Naga pada tahun 1286 Masehi sebagai simbol gotong royong.

Pesan dari gotong royong memegang naga dalam mengikat gunung agar tidak meletus, dapat diartikan usaha Raja Kertanegara mengajak semua negeri-negeri di Nusantara untuk bersama-sama membendung ekspansi pengaruh Mongol yang telah mendominasi Asia Timur dan berusaha mendominasi Asia Tenggara. Konsep Raja Kertanegara ini dikenal dengan Mandala Dwipantara.

Kerajaan Majapahit yang merupakan penerus Kerajaan Singasari juga meneruskan pembangunan Percandian Penataran. Majapahit mendeklarasikan Percandian Penataran sebagai Candi Negara.

Pada tahun 1320 Masehi Raja Jayanegara yang beragama Hindu membangun altar untuk tempat peribadatan yang dijaga oleh dua gupala besar yang dapat disaksikan di bagian depan Percandian Penataran. Altar ini merupakan tempat diletakkannya sejumlah sesaji untuk Batara Palah.

Disusul adiknya yaitu Ratu Tribuwana Tunggadewi pada tahun 1347 Masehi membangun Candi Induk setinggi tiga lantai. Candi Induk memiliki relief-relief di tembok-tembok candi yang merupakan kisah-kisah folklor di zamannya seperti Ramayana dan Kresnayana yang menandakan rasa cinta, perjuangan, kemuliaan, dan sifat satria. Terdapat pula kisah Sri Tanjung di Altar Teras yang menunjukkan rasa cinta dan kesetiaan di tengah bahaya fitnah.

Halaman:

Tags

Terkini

Terjemahan Lirik Lagu LEMONADE, aespa

Senin, 1 Juni 2026 | 09:30 WIB