Internasional

Zakir Naik Dituduh Sebarkan Kebencian hingga Pencucian Uang Rp 400 Miliar

INDIA, SENAYANPOST.com – Jaksa di India menuntut penceramah kontroversial Zakir Naik dengan tuduhan aksi pencucian uang senilai US$28 juta atau lebih dari Rp 400 miliar.

Bukan hanya itu, pihak berwenang India juga menuduhnya menyebarkan ujaran kebencian dan memancing terorisme.

Mendapat tudingan ini, Zakir Naik yang kini tinggal dalam pengasingan, langsung membantahnya.

Naik, yang berusia 53 tahun dituding menyiarkan Islam radikal melalui saluran televisi Peace TV.

Saluran TV ini dilarang di India, namun diperkirakan memiliki 200 juta pemirsa di seluruh dunia.

Disiarkan di Dubai, Peace TV dimiliki oleh Islamic Research Foundation, grup usaha yang dikepalai oleh Naik.

Negara-negara lain juga melarang saluran TV itu -termasuk Bangladesh, yang menudingnya mengilhami serangan pria bersenjata di sebuah kafe di Dhaka pada 2016, yang mengakibatkan 22 orang meninggal dunia.

Direktorat penindakan India, yang menginvestigasi kejahatan kriminal keuangan, melayangkan gugatan kepada Naik dalam sidang yang digelar di Mumbai, Kamis (2/5/2019).

Ia mengatakan kepada pengadilan bahwa mereka telah mengidentifikasi aset bernilai jutaan dolar sebagai hasil kejahatan.

“Ceramah Naik telah mengilhami dan menghasut sejumlah pemuda Muslim di India untuk melakukan kegiatan yang melanggar hukum dan aksi teroris,” ujar direktorat di pengadilan.

Badan itu menuduhnya menggunakan dana dari “sumber yang meragukan atau mencurigakan” untuk membeli properti di India dan membiayai acara-acara di mana ia membuat “pidato provokatif”.

Namun, Naik mengatakan uang itu diperoleh secara sah.

Siapakah Zakir Naik?

Pendekatan fundamentalis Naik terhadap agama telah lama menjadi kontroversi.

Banyak pengikut al-Qaeda yang ditahan dilaporkan mengatakan kepada para pejabat bahwa ia sangat mempengaruhi mereka.

Dia dilarang memasuki Inggris pada tahun 2010 karena “perilaku yang tidak dapat diterima”, dan karena pidatonya.

Betapapun, dia menarik perhatian internasional setelah serangan mematikan di kafe Artisan Holey di Dhaka pada Juli 2016.

Media Bangladesh mengklaim salah satu pria bersenjata yang melakukan serangan mendapat ilham dari ceramah Naik. Tak lama setelahnya, pemerintah Bangladesh melarang Peace TV.

Pada November 2016, badan anti-teror India melayangkan protes resmi kepada Naik, menudingnya menyebarkan ujaran kebencian dan aktivitas yang melanggar hukum.

Zakir Naik kemudian memutuskan pindah ke Malaysia pada 2017. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close