Wow, Cadangan Devisa Indonesia Tembus Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

Wow, Cadangan Devisa Indonesia Tembus Level Tertinggi Sepanjang Sejarah
Karyawan menghitung uang dolar di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (18/5/2020). (ANTARA FOTO)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Kabar gembira. Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa cadangan devisa Indonesia hingga akhir Juli 2020 ada di posisi 135,1 miliar dolar AS. 

Angka tersebut sudah menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah yang pernah dicapai pada Januari 2018 yang berada di posisi 131,98 miliar dolar AS.

Sedangkan pada Juni 2020 lalu cadangan devisa Indonesia mencapai 131,7 miliar dolar AS.

Untuk diketahui, dengan jumlah cadangan devisa Indonesia itu, artinya negeri ini sedikitnya mampu untuk menangani masalah pembiayaan impor selama 8,6-9,0 bulan, serta pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Bahkan jumlah tersebut sebenarnya sudah sangat jauh di atas standar kecukupan internasional yang biasanya cukup untuk membiayai 3 bulan impor.

Untuk itu, kalau cadangan devisa ini memadai, BI memandang Indonesia mampu menggunakannya untuk mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan yang kini masih dilanda kekhawatiran ketidakpastian global. Ini karena masih ada dampak pandemi Covid-19.

Meski terjadi kontraksi perekonomian di Indonesia, rupanya angka -5,32 persen ini masih dianggap lebih baik dibandingkan negara-negara emerging market lainnya.

Untuk diketahui, negara emerging market sering juga dikaitkan dengan negara dengan pasar yang berkembang dengan cepat.

Atau disebut dengan negara dengan ekonomi rendah menuju ke level menengah pendapatan per kapita. Negara-negara emerging market adalah negara dengan 80 persen dari populasi global dan mewakili sekitar 20 persen dari ekonomi dunia.

China juga merupakan salah satu dari negara emerging market. Meski begitu, jika dibandingkan dengan Indonesia, China memang tidak mengalami kontraksi pertumbuhan seperti Indonesia. Namun para pelaku pasar melihat meski dilanda kontraksi, Indonesia termasuk negara dengan kondisi yang cukup tenang dan tidak ada gejolak yang berarti.

Faktor yang Membuat Cadangan Devisa Indonesia Naik
Cadangan Devisa Indonesia Naikinfo gambar

Meski di tengah isu kontraksi perekonomian yang terjadi di Indonesia, yang juga terjadi secara global, ada beberapa faktor yang memengaruhi cadangan devisa Indonesia justru meningkat di tengah pandemi dan kekhawatiran pasar.

‘’Ini didorong oleh penerbitan global bond dan penarikan pinjaman pemerintah,’’ ungkap Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko, dikutip dari Kontan.

Selain itu, kepercayaan para investor juga masih cukup baik dengan melihat kondisi fiskal maupun ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa angka perekonomian di -5,32 persen masih membuat Indonesia sebagai negara emerging market yang tergolong cukup baik jika dibandingkan dengan negara emerging market lainnya.

Selain itu, penurunan harga minyak mentah dunia juga menjadi salah satu sentimen baik karena Indonesia memanfaatkan kondisi ini untuk bisa menopang perekonomian dalam negeri ke depannya. Biasanya, jika harga minyak mentah dunia sedang sedang naik, ini kerap membebani cadangan devisa Indonesia.

Saat artikel ini ditulis, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober berada di level 44,8 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September berada di level 41,22 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Selain itu, faktor lainnya yang mendukung peningkatan cadangan devisa negara adalah naiknya harga-harga produk unggulan Indonesia seperti Crude Palm Oil (CPO), nikel, dan tembaga.

Jika harga produk-produk ini naik, maka hal tersebut akan mendorong membaiknya defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) yang berdampak untuk membuat sentimen positif.

Diketahui defisit transaksi berjalan (CAD) Indonesia sepanjang tahun 2020 di angka -1,49 persen. Angka tersebut sudah menyempit jika dibandingkan pada posisi tahun lalu yang mencapai -2,72 persen.

Sentimen positif lainnya juga didukung oleh surplus neraca perdagangan Indonesia hingga Juli 2020. Melansir dari data Statistik Kementerian Perdagangan RI, neraca perdagangan Indonesia sejak Januari-Juli 2020 membukukan surplus hingga 54,8 miliar dolar AS.

Angka ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019 yang membukukan defisit di angka -18,7 miliar dolar AS.

Di tengah masih adanya kekhawatiran secara global, pihak BI menilai bahwa penanganan Covid-19 di dalam negeri masih memegang kunci untuk kemajuan ekonomi Indonesia ke depannya. Jika optimal dan berhasil, maka tidak dapat dipungkiri kepercayaan para pelaku pasar terhadap Indonesia akan semakin meningkat.