Nasional

Wiranto: Pembakaran Bendera di Satu Kecamatan, 120 Juta Orang Kena Dampaknya

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, mengatakan, terjadi ketidakadilan dalam peristiwa pembakaran bendera berkaksara Arab di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

“(Pembakaran bendera) terjadi satu kecamatan, tapi kok berkembangnya sampai ke negara, ke Indonesia yang begitu luas. Tiga orang bisa sebabkan 120 juta orang bisa kena akibatnya, ini tak adil,” kata Wiranto, saat dialog kebangsaan bertajuk ‘Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyah, Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa’ di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (9/11/2018) pagi.

Wiranto mengatakan, dialog ini bertujuan untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan negara usai peristiwa pembakaran bendera tersebut.

Mantan Panglima ABRI itu turut mengatakan bahwa aksi ‘Bela Tauhid’ yang digelar beberapa waktu lalu telah ‘ditunggangi’ oleh pihak-pihak yang memilki kepentingan politik.

“Saya juga ingatkan terkait teman-teman yang demonstrasi, hati-hati demo yang punya niat baik untuk membangun pemahaman yang positif terkadang ditunggangi pihak lain untuk kepentingan politik,” kata dia

Salah satunya, kata Wiranto, aksi itu telah ditunggangi oleh para anggota eks HTI yang berusaha ingin tetap eksis di Tanah Air.

Diketahui, status badan hukum HTI sudah dicabut lewat keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU 30.AH.01.08 Tahun 2017 tanggal 19 Juli 2017.

Menurut dia, aksi-aksi itu itu lantas berubah menjadi besar dan memiliki indikasi mengacaukan stabilitas keamanan nasional.

“Terus terang, banyak yang kemudian nunggangin. Tadi saya tayangkan untuk demo yang 2 kali itu ternyata dimanfaatkan temen-temen HTI untuk tetap eksis sebagai organisasi,” kata dia.

Melihat hal itu, Wiranto mengajak seluruh ormas Islam untuk berdialog dan menyelesaikan persoalan itu dengan semangat persaudaraan.

Hal itu bertujuan agar Indonesia tak bernasib sama seperti negara-negara di Timur Tengah yang porak poranda karena tak memiliki semangat kebersamaan dalam menjaga stabilitas keamanan negaranya.

“Nah ini ada indikasinya mau enggak stabil. Ada eskalasinya, harus kita cegah,” kata dia. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close