Teknologi

Waspada, Aplikasi Android Populer Ini Disebut Berbahaya

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Hati-hati menginstal aplikasi android, walaupun itu populer. Aplikasi android populer VivaVideo dinlai mengandung bahaya karena memiliki spyware untuk memata-matai pengguna dan mengumpulkan data secara tak lazim.

Menurut VPNpro, ketika diinstall VivaVideo meminta akses yang sebenarnya tak dibutuhkan sebuah aplikasi untuk mengedit video. Aplikasi populer ini meminta akses ke berbagai pengaturan termasuk kemampuan membaca dan menulis file ke drive eksternal.

“VivaVideo juga meminta akses posisi GPS spesifik (yang jelas tidak dibutuhkan untuk aplikasi pengedit video,” ujar Jan Youngren, periset di VPNPro dalam keterangan pers, Senin (8/6/2020).

VivaVideo tersedia di Google Play Store dan sudah diunduh lebih dari 100 juta kali. Mengutip Express.uk, Senin (8/6/2020), Ini bukan kali pertama VivaVideo menjadi sorotan. Pada 2017 komunitas intelijen India mengidentifikasi aplikasi buatan China ini sebagai spyware dan merekomendasikan penggunanya menghapus aplikasi VivaVideo.

VPNpro menambahkan pembuat VivaVideo, QuVideo Inc juga memiliki sejumlah aplikasi di Google Play Store, dan semua aplikasi ini dapat digunakan untuk mengumpulkan data pengguna dan menjualnya ke pialang data.

Dari 5 aplikasi yang dikonfirmasi milik QuVideo, dua di antaranya memiliki sejarah malware, satu spyware, dan satu trojan jarak jauh. Berikut ini aplikasi miliki QuVideo:

  • VivaVideo
  • VivaVideo PRO Video Editor HD
  • SlidePlus – Photo Slideshow Maker
  • Tempo – Music Video Editor with Effects
  • VivaCut – Pro Video Editor App
  • VidStatus -Status Video & Status Downloade

Jika digabungkan aplikasi-aplikasi ini sudah diunduh 157 juta kali oleh pengguna Android melalui Play Store.

Jika kamu ingin tetap menggunakan aplikasi ini tetapi khawatir dengan data pribadi, VPNpro menyarankan agar tak memberikan izin ke aplikasi untuk mengakses data yang sebenarnya tak diperlukan aplikasi. Jika masih merasa tidak nyaman, bisa menghapus aplikasi gratis ini.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close