Warkopi Bubar, Mantan Personelnya Dikontrak Perusahaan Film Besar

Warkopi Bubar, Mantan Personelnya Dikontrak Perusahaan Film Besar
Warkopi

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Warkopi yang beranggotakan Sepriadi Chaniago, Alfin Dwi Krisnandi, dan Alfred atau Dimas, dinyatakan bubar. Hal itu disampaikan oleh Patria TV, pihak manajemen Warkopi, dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat, Rabu (13/10).

Meski Warkopi bubar, para mantan personelnya akan tetap berkarya. Humas Patria TV, Aly Julys, mengatakan ketiganya telah mendapat kontrak dari salah satu perusahaan film.

“Saya sebagai Humas Patria TV ingin menyampaikan bahwa saat ini Alfin, Dimas, dan Asep, sudah mendapatkan kontrak eksklusif dari salah satu perusahaan film besar di Indonesia,” kata Aly.

Aly belum bisa menyampaikan secara mendetail mengenai hal itu. Meski begitu Aly menjelaskan mantan personel Warkopi kemungkinan akan terlibat dalam sebuah proyek yang ada unsur komedinya.

“Ke depannya kami akan menyampaikan secara detailnya. Mohon doanya,” tutur Aly.

Setelah Warkopi bubar, ketiga mantan personelnya akan menggunakan nama perorangan dahulu. Namun, ada kemungkinan mereka akan mencari nama baru. “Lihat ke depannya nanti,” ucap Aly.

Mantan Personel Warkopi Jadikan Warkop DKI sebagai Referensi

Memang belum diungkapkan mantan personel Warkopi akan terlibat dalam film atau karya lainnya. Namun, apabila main film, Alfin mengatakan, ia akan mempersiapkan diri dengan cara latihan akting. Salah satunya dengan lebih banyak menonton film.

Ketika disinggung mengenai referensi film, Alfin mengaku ia suka menyaksikan film-film Warkop DKI. “Dibilang fans, ya, emang fans Warkop DKI. Nonton lawakannya, jokes-nya,” ujarnya.

Kedua rekan Alfin juga menjadikan film-film Warkop DKI sebagai referensi mereka. Selain itu, Alfin dan kawan-kawan juga suka melemparkan candaan saat berkumpul dengan teman-teman mereka.

Warkopi menjadi pembicaraan karena ketiga anggotanya memiliki paras yang mirip dengan personel Warkop DKI, yaitu Dono, Kasino, dan Indro.

Polemik muncul ketika Indro Warkop menyebut trio Warkopi tidak beretika karena membuat konten-konten komersial tanpa izin Lembaga Warkop DKI. (kumparan)