Hot IsuLintas DaerahPolitik

Warga NU Persoalkan Kontribusi Hasan Toha Putra Terhadap Gerakan Politik HTI

SEMARANG, SENAYANPOST.com – Nama Hasan Toha Putra, yakni pemilik penerbit dan toko buku keislaman “Toha Putra”, menjadi bahan perbincangan kalangan nahdliyin. Masalahnya, Hasan Toha Putra diduga terlibat dalam pendanaan kegiatan-kegiatan para aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi politik yang hendak mengganti dasar Negara Indonesia menjadi khilafah.

Seperti dilansir muslimedianews.com, Toha Putra dikenal sebagai penerbit buku-buku pesantren (kitab kuning) dan al-Quran dengan pasar yang sangat jelas, yaitu santri dan kiai pondok pesantren serta warga Nahdlatul Ulama secara umum. Namun uang yang dihasilkannya justru banyak didonasikan untuk kegiatan-kegiatan yang justru hendak menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa ini.

Kiai, santri dan warga NU yang menjadi konsumen tetap Toha Putra kini sedang berusaha dengan susah payah untuk mempertahankan NKRI, namun Toha Putra justru mengkhianati kepercayaan masyarakat dengan melakukan pembelaan dan dukungannya terhadap organisasi yang sudah dilarang pemerintah.

Bagi kiai dan santri, Toha Putra adalah penerbit dan toko buku yang patut diapresiasi karena telah ikut serta menjaga khazanah keislaman melalui penerbitan buku-buku karya para ulama Islam Timur Tengah maupun Nusantara.

Namun kini setelah masyarakat tahu keterlibatan Toha Putra dalam organisasi transnasional itu, para kiai, santri dan warga NU secara umum akan berpikir ulang. Haruskah mengapresiasi penerbit yang mengkapitalisasi NU dan Pesantren, sementara uang yang dihasilkannya justru untuk mengadakan kegiatan-kegiatan terlarang dan merusak citra Islam?

Berikut data keterlibatan Hasan Toha Putra dalam kegaiatan HTI yang dilansir muslimedianews.com:

Selain menjadi ketua di beberapa yayasan yang diisi para pengurus dan aktivis HTI Jawa Tengah, Hasan Toha Putra juga menjadi Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung yang menaungi kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Kini ia sedang berusaha menyebarkan HTI di kampusnya dengan mengundang berbagai aktivis HTI seperti Felix Y Siauw.

KOMENTAR
Show More
Close