Lintas Daerah

Warga Jombang Demo Tolak Eksplorasi PT Lapindo Brantas

JOMBANG, SENAYANPOST.com – Warga Desa Blimbing dan Desa Jombok yang tergabung dalam Forum Warga Peduli Lingkungan dan Agraria (FORPALA) menggelar aksi serta audiensi rencana penolakan eksplorasi PT Lapindo Brantas di Pemkab Jombang, Rabu (9/5/2018).

Warga di dua desa itu dengan tegas menolak rencana eksplorasi minyak dan gas bumi di blok Metro Jombang yang akan dilakukan oleh PT Lapindo Brantas, karena akan merusak lingkungan serta takut akan kegagalan eksploitasi di Sidoarjo

Warga resah setelah mereka mendengar kabar rencana pengeboran oleh PT Lapindo Brantas yang biasa melakukan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi. Warga khawatir akan terjadi bencana semburan lumpur seperti di Kabupaten Sidoarjo.

Aksi penolakan ini diwujudkan dengan membubuhkan tanda tangan di atas spanduk. Tak hanya itu, dalam spanduk warna dasar putih juga terdapat tulisan bernada penolakan.

“Warga menolak, agar Lapindo Gas tidak mengebor di desa kami. Karena takutnya seperti Lapindo di Sidoarjo nanti, itu saja,” kata Doni (30), warga setempat, Rabu (9/5/2018).

Warga sendiri lanjut Doni, baru mengetahui informasi dari pihak desa tentang nama pihak yang akan melakukan pengeboran di desa mereka sekitar dua bulan terakhir. “Tapi pihak Lapindo belum datang ke kita,” sambung Doni.

Penolakan, menurut Doni, dilakukan warga tanpa syarat apapun. “Semua warga sekitar 400 orang seluruhnya menolak rencana pengeboran. Kami tidak ingin apa-apa, hanya ingin menolak saja. Kami hanya ingin tidak ada pengeboran di desa kami,” tegasnya.

Senada dengan Doni, Khoirul (38) warga lainnya menambahkan, trauma peristiwa semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo menjadi alasan utama warga menolak rencana pengeboran. Jarak antara permukiman warga dengan rencana titik pengeboran menurut Khoirul kurang dari 500 meter.

“Kalau jarak titiknya dengan rumah warga sekitar 200 meter,” ungkap Khoirul.

Kepala Dusun (Kasun) setempat, Abdul Jalil, membenarkan adanya aksi penolakan warga terhadap rencana pengeboran, sekaligus membenarkan kabar rencana pengeboran itu sendiri di dusun setempat.

Sementara, dari informasi yang beredar, rencana pengeboran di Jombang dilakukan karena sumur-sumur di beberapa lokasi di Sidoarjo tidak memungkinkan untuk pengeboran sumur baru. Diperkirakan, potensi produksi sekitar 2-3 mmscfd (Million Standard Cubic Feet per Day) atau per hari.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close