Peristiwa

Warga Gunungkidul Juga Temukan Benda Misterius di Langit yang Ternyata Balon Udara

GUNUNGKIDUL, SENAYANPOST.com – Penampakan benda misterius di langit yang bikin heboh warga Soloraya jugajatuh di Gunungkidul. Warga Gunungkidul menyebut benda itu ternyata berbahan plastik.

“Jatuh di lapangan siang tadi. Terus waktu mendarat masih mirip seperti bola balon udara,” kata Kepala Desa Ngloro, Kecamatan Saptosari, Heri Yulianto kepada wartawan, Minggu (24/05/2020).

Temuan benda itu juga menjadi perhatian warga Desa Ngloro. Agar tidak menimbulkan polemik, benda menyerupai balon itu juga sudah dibakar.

“Tadi langsung diamankan sama petugas dan setelah diamankan balon itu dibakar,” ucapnya.

Selain jatuh di Gunungkidul, benda itu juga dilaporkan jatuh di Dukuh Jebugan, Desa Dawung, Sambirejo, Sragen. Dari keterangan warga yang menemukan benda itu sama-sama berbahan plastik dengan perapian.

“Benda menyerupai bintang di langit ternyata sejenis balon plastik dengan perapian,” kata Camat Sambirejo Didik Purwanto.
Didik menyebut benda itu jatuh di area persawahan. Sekretaris Desa Dawung Agung Raharjo menyebut benda itu kini sudah diamankan warga.

“Saya dapat info dari warga. Setelah saya kroscek memang benar ada benda mirip lampion yang jatuh di wilayah Dukuh Jebugan, Desa Dawung. Saat ini barangnya sudah diamankan warga,” kata Agung Raharjo.

Sebelumnya diberitakan, benda misterius itu mulai nampak di langit Soloraya sekitar tengah hari. Tak sedikit yang mengira benda misterius itu sebagai bintang karena tampak mengkilat dan berwarna putih.

“Yang kelihatan di langit sekitar delapan buah. Kalau yang jatuh di sini hanya satu, yang lain terbang ke arah barat,” kata salah satu warga Dukuh Jebugan, Paidi.

Rasa penasaran warga soal wujud benda misterius itu pun terjawab setelah benda tersebut terbang semakin rendah hingga jatuh di area persawahan sebelah utara Dukuh Jebugan. Setelah dilihat dari dekat benda itu terbuat dari plastik transparan yang dirangkai dengan lakban.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close