Lintas Daerah

Warga Dengar Ledakan Gunung Agung Begitu Keras seperti Petir

KARANGASEM, SENAYANPOST.com – Warga lereng Gunung Agung menyelamatkan diri ke pengungsian setelah Gunung Agung di Karangasem meletus tadi malam.

Para pengungsi berada di lapangan Desa Rendang, Karangasem, Bali, sejak. Satu di antara mereka, Komang Megawati, warga Telung Buana, menceritakan apa yang telah dia saksikan saat pukul 21.04 WITA tadi malam, saat Gunung Agung erupsi.

Letusan gunung menghasilkan suara ledakan yang terdengar sangat keras. Ledakan juga disertai lontaran batu pijar alias lava. Hal inilah yang membuat dirinya bersama warga lain semakin panik.

“Kalau suaranya sangat keras, kayak petir gitu, terus ada apinya juga,” kata Komang Megawati.

Komang lalu memutuskan untuk mencari selamat.

“Pokoknya tadi sudah tidak mikir apa-apa, takut, panik, pokoknya ingin lari aja,” ucapnya.

Semetara Komang Merta warga lainya mengaku kepanikan juga ia alami pada Senin malam. Ia tak mengira akan terjadi erupsi dan muncul lava pijar. Pasalnya, meski kerap mengeluarkan asap beberapa kali namun ia merasa kali ini bisa lebih tenang menghadapi kondisi dibanding pada saat terjadi erupsi 27 Juni lalu.

“Nggak ngira aja kalau begitu (melontarkan lava pijar) kan sorenya ngeluarin asap tapi dikit-dikit,” katanya.

Sebelumnya PVMBG melaporkan bahwa telah terjadi erupsi Gunung Agung, Bali pada pukul 21:04 WITa dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 2.000 meter di atas puncak. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi ± 7 menit 21 detik.

Erupsi terjadi secara Strombolian dengan suara dentuman. Erupsi bersifat eksplosif melontarkan batu pijar karena ada tekanan dari dalam kawah. Sifat magma yang lebih cair dibandingkan letusan tahun lalu juga menyebabkan mudahnya terjadi lontaran batu pijar.

Lontaran lava pijar teramati keluar kawah mencapai jarak 2 km. Hutan di sekitar puncak kawah Gunung Agung terbakar sehingga api menyala cukup besar di beberapa bagian. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close