Internasional

Warga Amerika dan Australia Diculik di Kabul

Kabul (SenayanPost.com) – Pihak berwenang Afghanistan sejak Senin (8/8/2016) kemarin mencari warga negara Australia dan Amerika yang diculik oleh sekelompok orang bersenjata di Kabul, Ibu Kota Afghanistan.
Dikutip dari Reuters, pejabat Kementerian Dalam Negeri Kabul menyebut ada pasangan yang diyakini berafiliasi dengan universitas Kabul, diculik oleh empat atau lima orang bersenjata pada Minggu malam (7/8/2016).
Tidak ada siapapun dan pihak manapun yang bertanggung jawab atas penculikan itu.
Kedutaan Besar Australia di Kabul mengkonfirmasi salah satu warganya telah diculik namun mereka tidak akan berkomentar lebih lanjut karena pertimbangan privasi dan keamanan.
“Kami terus memberikan travel warning bagi warga negara Australia untuk tidak melakukan perjalanan ke Afghanistan karena situasi keamanan yang sangat berbahaya, termasuk ancaman serius penculikan,” ujar pejabat Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa mereka sudah mengetahui laporan seorang warga negara Amerika telah diculik.
Penculikan adalah masalah utama di Afghanistan, dengan jumlah korban terbanyak warga Afghanistan dan juga sejumlah orang asing, telah diculik dalam beberapa tahun terakhir.
Seorang pekerja bantuan India diculik di Kabul pada bulan Juni dan dirilis bulan berikut. Setidaknya dua orang asing lainnya, dari Jerman dan Belanda, yang diculik dari lingkungan yang sama dalam insiden terpisah tahun lalu. Kedua orang asing, yang keduanya perempuan, akhirnya dibebaskan tanpa cedera. Menurut polisi penculikan bermotif permintaan uang.
Pada bulan Juni, polisi memberikan peringatan kepada orang asing yang tinggal di Kabul, yang menegaskan bila mereka melakukan perjalanan harus dikawal atau menghindari bepergian. (ZSR)

KOMENTAR
Lihat selanjutnya
Close