Lintas Daerah

Warga Ahmadiyah Korban Penyerangan Dipindahkan

JAKARTA, SENAYANPOST.com — Sebanyak 24 anggota komunitas Ahmadiyah korban penyerangan massa di Dusun Grepek Tanak Eat, Desa Greneng, yang ditampung di Markas Polres (Mapolres) Lombok Timur sejak dua hari lalu, Senin (21/5/2018), dipindahkan dari Mapolres.

“Rencana kami akan pindahkan dari Polres ke Tempat Loka Latihan Kerja (LLK) di Kota Selong,” ujar Kapolres Lombok Timur Eka Fathur Rahman Eka.

Penyerangan dan perusakan rumah warga Ahmadiyah terjadi Sabtu (19/5) dan Minggu (20/5).

Diduga perusakan dilakukan warga dari wilayah yang sama yang hendak mengusir komunitas tersebut dari wilayah Lombok Timur.

Menurut Eka, polisi belum melakukan pemeriksaan terhadap saksi selain korban karena masih berupaya untuk meredam situasi panas.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat AKBP Komang Suartana menambahkan sebagian warga komunitas Ahmadiyah Dusun Grepek Tanak Eat, mulai kembali ke rumah masing-masing usai kericuhan yang terjadi akhir pekan lalu.

Suartana mengatakan tak lama setelah peristiwa itu, aparat gabungan dari Polri dan TNI bahu membahu membersihkan dan memperbaiki rumah tersebut.

“Masyarakat Ahmadiyah ada yang kembali untuk membereskan rumah mereka. Aparat berjaga agar situasi tetap aman,” ujar Suartana.

Pejabat sementara (Pjs) Bupati Lombok Timur Ahsanul Halik mengatakan perusakan rumah jemaah Ahmadiyah dipicu oleh perkelahian antaranak saat mengaji.

Menurut Ahsanul, warga setempat marah setelah mengetahui ada anak yang berkelahi ketika mengaji di rumah jemaah Ahmadiyah. Warga pun keberatan mengetahui tempat mengaji anak tersebut.

Tanpa ada komando, kata Ahsanul, massa kemudian merusak rumah jemaah Ahmadiyah.

Ahsanul mengklaim tidak ada satu pun jemaah Ahmadiyah yang diserang secara fisik. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close