Walikota Depok Sebut 298.103 Warga Bakal Divaksin Anti Covid-19

Walikota Depok Sebut 298.103 Warga Bakal Divaksin Anti Covid-19
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (foto merdeka.com)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pejabat Sementara Wali Kota Depok Dedi Supandi mengungkapkan sebanyak 298.103 warga Depok direncanakan akan divaksin anti Covid-19. Dalam daftar, ada klaster warga yang mendapat prioritas vaksin. Antara lain pelayanan masyarakat dan penegak hukum.

"Mereka yang divaksin adalah yang sehat dan beresiko tinggi terpapar Covid-19," kata Dedi Rabu (11/11/2020).

Mengenai waktu pelaksanaan, Pemerintah Kota Depok masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat. Sehingga Pemkot Depok belum bisa memastikan jadwalnya. Untuk jenis vaksinnya hingga saat ini juga belum bisa dipastikan.

"Vaksin jenis apanya yang menentukan dari pemerintah pusat setelah melalui proses di BBPOM (Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan) tentunya," terangnya.

Informasi yang didapat, jumlah tenaga fasilitas pelayanan kesehatan (pemerintah dan swasta) yang akan divaksin sebanyak 11.453 orang. Anggota Polri sebanyak 8.838 orang, TNI sebanyak 1.356 orang. Untuk hakim, jaksa dan petugas rutan sebanyak 286 orang, anggota DPRD sebanyak 50 orang.

Kemudian, pegawai kecamatan kelurahan sebanyak 1.789 orang, pegawai Pemkot (Pelayanan Masyarakat, Satgas, dan Surveilans) sebanyak 9.951 orang. Pengurus RT/RW/Toga/Tomas sebanyak 102.264 orang dan masyarakat pralansia tanpa kormobid di RW PSKS Covid-19 sebanyak 161.861 orang

Terpisah, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dari kekuatan personel, tempat, dan juga sasaran. Dia mengaku belum bisa memastikan soal waktu pelaksanaan dan lokasi.

"Tenaga kesehatan sudah kita bentuk baik itu mulai dari tenaga yang akan akan melakukan vaksinasi di tiap puskesmas yang dilakukan pengawasan dibawa Dinas Kesehatan Kota Depok," ujarnya.

Dia menambahkan, jumlah personel yang disiagakan sebanyak 38 orang yang tersebar di 38 Puskesmas di Depok. "Jika nanti kurang maka akan kita tambah di tempatin yang bisa diakses publik dan cadangan relawan lebih banyak dalam kontak tracing," pungkasnya. (ws)