Waduh, Beredar Video Syur Diduga Oknum Kepala Puskesmas

Waduh, Beredar Video Syur Diduga Oknum Kepala Puskesmas

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Di tengah kondisi pandemi  Covid 19 yang masih menghantui masyarakat, dunia Kesehatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, justru tercoreng dengan beredarnya video syur berisi adegan asusila yang diduga dilakukan dua orang oknum PNS dari Dinas Kesehatan setempat.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Curahnoghko, Tukirin, mengaku terkejut dan geram dengan beredarnya video syur itu. Sebagai masyarakat dirinya mengaku sangat mengutuk tindakan asusila dua oknum PNS bukan pasangan suami-istri itu.

"Kami masyarakat Desa Curahnongko sangat menyesalkan video yang berisi adegan perzinahan dua orang petugas puskesmas sampai tersebar ke masyarakat, kalau dari video yang beredar sepertinya direkam sendiri lewat ponsel pelaku yang laki-laki," kata Tukirin kepada RRI, Rabu (11/11/2020).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, dua oknum PNS yang terekam dalam video syur itu diduga merupakan pegawai di Puskesmas Desa Curahnongko, Kecamataan Tempurejo, Jember. 

Dalam video yang sempat tersebar dan meresahkan warga setempat, terlihat sosok perempuan berjilbab yang diduga merupakan oknum Bidan berinisial AY tengah bercumbu dengan seorang lelaki yang diduga merupakan oknum Kepala Puskesmas berinisial AM di dalam sebuah ruangan.

Belakangan diketahui jika lokasi di dalam video merupakan ruangan rumah dinas dari Kepala Puskesmas setempat. 

Sontak saja dengan beredarnya video asusila oknum PNS itu membuat warga sekitar geram, bahkan sejumlah perwakilan tokoh masyarakat desa setempat langsung mendatangi rumah salah seorang pejabat kepegawaian puskesmas Curahnongko untuk mengklarifikasi langsung kebenarannya.

Tukirin menegaskan atas beredarnya video syur yang diduga diperankan Kepala Puskesmas dan seorang Bidan itu, membuat masyarakat resah dan merasa geram.

Pasalnya tindakan asusila oknum PNS itu telah diangap mencoreng nama baik Masyarakat Desa Curahnongko, sehingga tidak hanya patut mendapatkan sanksi tegas secara kedinasan, melainkan juga perlu adanya upaya penindakan penegakan hukum sebagai efek jera.

"Warga disini sangat dirugikan, tindakan asusila itu telah mencoreng nama baik Desa kami, selama ini Desa Curahnongko dikenal masyarakatnya sangat religius dan menjunjung tinggi Norma-Norma agama justru dinodai oleh prilaku asusila pelayan kesehatan masyarakat," sesalnya.

Dikonfirmasi terpisah terkait kasus dugaan perzinahaan dan pornografi itu, Kepala Bagiaan Kepegawaiaan Puskesmas Curahnongko, Sholeh, membenarkan pihaknya telah menindaklanjuti terkait adanya laporan tentang beredarnya video syur yang diduga diperankan oleh dua orang PNS itu.

"Memang benar yang ada di dalam video itu adalah PNS di sini, sudah kita tindak lanjuti dengan memanggil keduannya untuk kita klarifikasi, atas tindaknnya sudah diakui oleh yang bersangkutan. Secara kedinasan  sudah kita sampaikan ke pihak Dinas yang lebih berwenang menanggani, kalau untuk siapa yang membuat video dan siapa yang menyebarkan sampai beredar luas, bukan ranah kita yang menanggani," kata Sholeh dikonfirmasi RRI melalui sambungan ponsel.

Sholeh menerangkan sejak beredarnya video itu, kedua oknum PNS itu sudah tidak pernah lagi masuk kerja di Puskesmas Curahnongko. Bahkan pasca kejadiaan itu, kedua oknum PNS itu juga mendapat sanksi dari para pegawai lainnya karena dianggap telah mencoreng nama baik institusi kesehatan.

"Dari informasi yang berkembang, tindakan asusila yang dilakukan oknum Kepala Puskesmas ini juga pernah terjadi sebelumnya dengan perempuan lain, namun saat itu persoalannya tidak sampai viral di tengah masyarakat, dan sekarang terulang kembali sampai ada video yang beredar meresahkan masyarakat," pungkasnya. (Jo)