Features

Video 6 Komodo Dipaksa Berenang di Laut oleh Wisatawan Tuai Kecaman

JAKARTA, SENAYANPOST.com –  Aksi tercela oknum pemandu wisata (Tour Guide) yang memancing komodo berenang ke laut dan mengikuti kapal yang ditumpangi wisatawan asing menuai kecaman netizen.

Aksi tak terpuji yang dilakukan di dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) itu dinilai memprovokasi serta mengganggu kenyamanan serta keamanan satwa liar tersebut. Video itu diketahui muali beredar di media sosial Facebook.

Dalam video berdurasi satu menit 14 detik itu, terlihat dua kapal yang ditumpangi para wisatawan asing, berada di dekat pantai. Dua pemandu wisata memegang kayu panjang yang di ujungnya tampak seperti kantong kresek berwarna putih, dan dipukul ke air laut.

Sebanyak 6 ekor komodo yang berada di tepi pantai kemudian berenang mendekati kedua kapal, terlihat hanya beberapa ekor komodo berenang cepat menuju kapal. Setelah komodo mendekat, wisatawan mengambil gambar menggunakan kamera lalu pergi.

Aksi tak terpuji yang dilakukan ini sangat dilarang, lantaran kawasan Nusa Kode merupakan kawasan inti yang tertutup untuk umum di Taman Nasional Komodo.

Bahkan, menurut Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT, Tameng Sitorus, perlakuan oknum tersebut sudah yang ke tiga kalinya.

“Kita tentu semuanya sangat prihatin dan menyesalkan kejadian yang dilakukan oleh oknum pemandu wisata, di Taman Nasional Komodo pada tanggal 20 Maret yang lalu. Yaitu berupa, pemandu wisata memancing atau mengganggu kenyamanan, keamanan dari satwa itu sendiri,” ujarnya, Selasa (10/4/2018).

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh oknum pemandu wisata tersebut sangat membahayakan nyawa komodo. Bahkan keselamatan para wisatawan.

“Kejadian tepatnya berada di Nusa Kode atau kawasan inti dari Taman Nasional Komodo. Hal ini sangat-sangat berbahaya betul bagi satwa komodo itu sendiri, dan juga berbahaya tentunya bagi jiwa atau nyawa dari para wisatawan termasuk pemandu itu sendiri,” kata Tamen.

BBKSDA NTT melalui Balai Taman Nasional Komodo (TNK) telah memanggil oknum pemandu wisata tersebut, untuk dimintai keterangan terkait aksinya. Tidak hanya itu, oknum bernama Abdul Gafur ini telah membuat surat penyataan, jika mengulangi lagi maka akan di-black list dari area TNK.

“Tindakan ini tentunya sangat bertentangan dengan aturan yang diberlakukan, selain dia lakukan di zona inti taman nasional, dan juga melakukan kegiatan- kegiatan yang sifatnya menganggu kenyamanan dari satwa itu sendiri. Sesungguhnya ini bertentangan dengan aturan atau Undang-undang Nomor 5, Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam,” katanya.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close