FeaturesTokohTransportasiUdaraWawancara Khusus

Veteran of the skies Capt Shadrach Nababan

Veteran of the skies Capt Shadrach Nababan

Veteran of the skies Capt Shadrach Nababan
Veteran of the skies  CAPT Shadrach M Nababan

Veteran of the skies CAPT Shadrach Nababan

Veteran of the skies Capt Shadrach Nababan – Senayanpost.com, Hari itu sore yang cerah pada tanggal 10 Januari ketika pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-300, dengan nomor penerbangan GA 717, sedang dalam perjalanan dari Melbourne, Australia, telah menyiapkan diri untuk mendarat, mendekati Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
Pesawat, dengan kode registrasi penerbangan PK GPO, hampir harus membatalkan dan mencoba lagi pendaratan, mempertimbangkan bahwa ada sebuah pesawat di depan dianggap terlalu dekat. Pada akhirnya, pesawat itu mendarat mulus di landasan pacu Kiri 25 dan merapat dengan selamat di apron E 31.

VETERAN OF THE SKIES

Veteran of the skies Capt Shadrach Nababan
Veteran of the skies Capt Shadrach Nababan
Itu adalah penerbangan komersial yang dijadwalkan, namun merasa istimewa untuk pilot yang bertugas . Kapten Sadrakh Nababan. Setelah 42 tahun pelayanan bekerja untuk maskapai berbendera nasional itu, pendaratan terakhirnya sebelum pensiun, tepat pada hari ulang ke-65 nya.
Itu adalah tonggak tidak hanya untuk pilot Garuda Indonesia, tetapi juga bagi seluruh industri penerbangan Indonesia. Sadrakh menjadi pilot Indonesia pertama yang mencapai batas usia maksimal 65 tahun sebagai pilot yang bertugas pada penerbangan komersial yang dijadwalkan.
Veteran of the skies Capt Shadrach Nababan
Veteran of the skies Capt Shadrach Nababan
Untuk alasan itu bahwa Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG) menyelenggarakan upacara penyambutan khusus untuk rekan mereka, yang telah menerbangkan semua jenis pesawat yang digunakan oleh Garuda Indonesia dalam armadanya.
Untuk menghormati prestasi ini, rekan-rekan pilot berbaris di apron dan memberi hormat kapten, ketika pesawatnya meluncur ke pintu masuk (gate). Selama upacara seperti militer singkat di jembatan aero, kapten diberi karangan bunga oleh mantan komandan Angkatan Udara Indonesia Marsekal Chappy Hakim. Sadrakh, didampingi istrinya, berjalan jembatan aero melalui rekan-rekan yang berbaris memberikan hormat kepadanya.

VETERAN OF THE SKIES

Veteran of the skies Capt Shadrach Nababan
Veteran of the skies Capt Shadrach Nababan
Veteran of the skies Capt Shadrach Nababan-Program hari itu dilanjutkan di Auditorium Pusat Kota Garuda (GCC), yang terletak di sebelah gedung terminal.
Ada seorang perwakilan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan Sadrakh sertifikat untuk prestasinya.
“Saya sangat senang karena saya bisa mengakhiri karir saya sebagai seorang pilot maskapai penerbangan dalam cara yang baik. Sertifikat MURI ini adalah bonus yang sangat bagus”, kata rekaman suara kapten setelah menerima penghargaan MURI.
Veteran of the skies Capt Shadrach Nababan
Veteran of the skies Capt Shadrach Nababan
Dalam sambutannya, Presiden APG Kapt. Bintang Hardiono menjelaskan bahwa usia pensiun telah berubah dari usia 60 ke 65 tahun dengan amandemen nomor 167 pada Annex 1 untuk Konvensi Chicago 1944. Hal itu kemudian diteruskan oleh Manjelis Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) di tahun 2006.
Banyak negara telah meratifikasi amandemen, termasuk dalam peraturan nasional mereka sendiri pada tahun 2007. Namun hingga tahun 2008, tidak ada tanda bahwa Indonesia akan meratifikasi amandemen ICAO tersebut.
Mengingat meningkatnya permintaan untuk pilot maskapai penerbangan di Indonesia dan membantu untuk mengurus kepentingan Indonesia, APG menyelenggarakan lokakarya pada Mei 2008. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi pertemuan antara para ahli dan regulator di industri penerbangan.
Hasilnya adalah suatu kompromi: ratifikasi amandemen tetapi dengan empat pemeriksaan kesehatan ekstra: mata, jantung, keseimbangan dan reaksi. Selain itu, usia gabungan dari pilot yang bertugas (PIC) dan perwira pertama (FO) tidak boleh melebihi 115 tahun, sedangkan aturan ICAO adalah 120 tahun. “Kami, pilot Indonesia tidak merasa nyaman dengan fakta tersebut,” kata Bintang Hardiono. “Seolah-olah kita sedang dinilai lebih rendah dari pilot internasional lainnya.”

Capt Shadrach M Nababan

Veteran of the skies Capt Shadrach Nababan
Veteran of the skies Capt Shadrach Nababan
Dalam sambutannya, Presiden APG juga mencatat bahwa prestasi Sadrakh, melalui ketekunan dan menjaga kesehatan yang baik, menunjukkan bahwa kesehatan pilot Indonesia adalah setara dengan pilot asing.
Selama periode 1999-2002, ketika Indonesia terkena krisis ekonomi yang parah, Garuda Indonesia menawarkan pilot untuk mengambil cuti tanpa dibayar. Sadrakh adalah salah satu dari puluhan yang mengambil kesempatan itu, tapi ia tidak menghabiskan sebagian besar terbang pesawat waktunya untuk perusahaan lain. Sebaliknya, ia menggunakan waktunya untuk mendapatkan pengalaman non-terbang, seperti dengan bekerja sebagai petugas keselamatan perusahaan penerbangan.
Dia juga bekerja sebagai penasihat eksekutif di AWAIR, di mana pada satu titik ia memiliki tanggung jawab untuk menemukan pesawat yang cocok untuk perusahaan, dari Miami ke padang pasir Arizona di AS. Dia juga harus melakukan upacara penerimaan dari A310 Airbus di Bentonville, Arkansas, dan menerbangkan pesawat di Pasifik. “Saya dapat mengatakan bahwa periode ketika saya mengambil cuti tanpa dibayar penting dalam karir saya sebagai pilot,” katanya.
Sadrakh masih berencana untuk terlibat dalam dunia penerbangan. Dia merasa itu adalah panggilan dan tugasnya untuk mempersiapkan pilot generasi muda melalui pelatihan dan pendidikan. Ia berharap untuk melamar sebagai instruktur simulator penerbangan di Training Center di Duri Kosambi Garuda Indonesia, dimana ia berharap ia dapat mentransfer pengetahuan dan pengalamannya.
Dia juga akan senang untuk menulis tentang pengalamannya sejak tahun 1971 dalam sebuah buku berjudul Meraih 65. Dia akan terus mendukung Direktorat Jenderal Perhubungan Udara agar Otoritas Indonesia Penerbangan Sipil dapat kembali ke posisi Peringkat pertama sesuai dengan Federal Aviation Administration (FAA).
Author: Muhammad Malik

CAPT Shadrach M Nababan

Veteran of the skies - CAPT.Shadrach M Nababan
Veteran of the skies – CAPT.Shadrach M Nababan
  • Pria, mempunyai satu Istri dan Dua Anak (Satu Putri dan Satu Putra)
  • 37 tahun sebagai PILOT (16.021:04 jam terbang) tanpa kecelakaan
    Rating F27, F28, DC-9, DC10, A300-B4, A330-300, B747-200, B747-400
  • Memberikan Kontribusi (+) bagi Pembangunan Penerbangan Sipil di Indonesia, sehingga diberi Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satyalancana Wira Karya (No. 24744/7/1998, KEPPRES RI No. 61/TK/Tahun 1998)
  • Ketua Umum FKAP-GI (1995-1998)
  • Penyusun AMDAL (1990, Universitas Gajah Mada Jogyakarta),
  • Air Transport Course (1993, The Royal Aeronautical Society Univ, Oxford – UK)
  • Director of Safety (2001, Pusdiklat Departemen Perhubungan RI, Jakarta),
  • Pemimpin Redaksi Tabloid AIRLINE (2008),
  • Salah satu NARASUMBER dalam pembahasan RUU Penerbangan (2008)

Saksikanlah liputan video Capt. Shadrach Nababan si penerbang yang kawakan (Veteran of the skies) jam 9 pm setiap harinya di iHits.tv – Free download dari Google Play

FACEBOOK:
https://www.facebook.com/senayanpost/
TWITTER:
https://twitter.com/senayanpost

Dapatkan Android Apps kami dari Samsung Galaxy Apps dan Google Play

Download iHits.tv melalui Samsung Smartphone & tablet
Download
iHits.tv – Google Playstore
Download News Apps
 

KOMENTAR
Tag
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close