NasionalPolitik

Verifikasi Dukungan Bakal Lebih Lunak Ahok Akan Pilih Jalur Independen

Jakarta – KPU ingin agar pendukung independen bisa punya waktu lebih longgar untuk membuktikan kebenaran dukungannya ke PPS. Bakal cagub DKI petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pun merasa diuntungkan. Apakah kelonggaran ini akan membuat Ahok mantap memilih jalur independen?
Pasal 48 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada sebenarnya menyebut pasangan calon diberi kesempatan menghadirkan pendukung calon ke PPS paling lambat tiga hari terhitung sejak PPS tidak dapat menemui pendukung tersebut. Kini, KPU ingin rentang waktu pembuktian dukungan ke PPS dilakukan tidak terbatas tiga hari setelah verifikasi faktual gagal menemui pendukung, melainkan dilakukan selama periode verifikasi faktual berlangsung selama 14 hari.
“Ketentuan tiga hari sebagaimana dalam Undang-undang tetap dilaksanakan, namun apabila dalam tenggang waktu tiga hari, bakal pasangan calon belum dapat menghadirkan pendukung ke kantor PPS sementara waktu verifikasi faktual 14 hari belum berakhir, maka masih diberi kesempatan pada bakal paslon menghadirkan pendukung kepada PPS sampai berakhirnya masa verifikasi faktual,” kata Komisioner KPU Ida Budhiati saat dihubungi, Rabu (13/7/2016).
Ida menjelaskan bahwa KPU tidak meminta perpanjangan durasi pembuktian dukungan calon independen ke PPS, melainkan meminta agar pembuktian dukungan bisa dilakukan selama verifikasi faktual masih berlangsung. Jika selama masa verifikasi faktual yaitu 14 hari dukungan tidak bisa dibuktikan, maka dukungan itu gugur.
“Jika sampai batas akhir verifikasi faktual bakal paslon tidak dapat menghadirkan pendukung kepada PPS, dukungannya dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat),” kata Ida.
Ahok menyambut baik keinginan KPU tersebut. Dia menilai, pembuktian dukungan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) akan mustahil dilakukan bila tenggat waktunya hanya tiga hari setelah petugas verifikasi faktual gagal menemui dukungan di alamat yang dituju. Jika tenggat waktu menjadi 14 hari, tentu ceritanya akan berbeda.
“Itu lebih menguntungkan,” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (13/7/2016).
Seperti diketahui, Ahok hingga saat ini belum menentukan pilihan politiknya untuk Pilgub DKI 2017. Dia memiliki amunisi untuk kedua jalur yaitu dukungan 3 parpol dengan jumlah kursi yang cukup untuk diusung dan lebih dari sejuta KTP yang dikumpulkan pendukungnya.
Ahok pernah berjanji akan mengambil keputusan setelah Lebaran. Namun, kini dia beralasan bahwa Lebaran masih berlangsung selama bulan Syawal.
Apakah kemungkinan syarat verifikasi dukungan yang menjadi lebih lunak ini akan membuat Ahok memilih jalur independen?
(dtc)

KOMENTAR
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close