Vaksin Booster Diberikan Usai 50 Persen Penduduk Disuntik 2 Kali, Prioritas Lansia

Vaksin Booster Diberikan Usai 50 Persen Penduduk Disuntik 2 Kali, Prioritas Lansia
Vaksin Booster

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan rencana pemberian booster atau dosis ketiga vaksin corona baru akan diberikan paling cepat Januari 2022.

Sebab, pemerintah menunggu terlebih dahulu setidaknya 50 persen populasi Indonesia yang jadi sasaran vaksinasi telah disuntik penuh dua dosis.

"Berdasarkan best practices ini, kita rencanakan mungkin booster akan diberikan sesudah 50 persen dari penduduk Indonesia divaksinasi dua kali. Dan hitung-hitungan kami di akhir Desember itu mungkin 59 persen kita bisa capai vaksin dua kali dan 80 persen sudah dapet vaksin pertama. Inilah saat yang lebih proper, pas untuk berikan vaksin booster ke depannya," jelas Budi Gunadi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Senin (8/11).

Menurut Budi, pemberian booster ini turut melihat dinamika vaksinasi di dunia. Sebab, masih banyak negara, khususnya di Afrika, yang masyarakatnya masih belum divaksinasi sama sekali. Sementara di negara maju, booster justru sudah mulai diberikan.

Sehingga, belajar dari dinamika secara global tersebut, pemerintah baru akan memulai booster setelah separuh dari populasi sasaran sudah disuntik penuh.

Baca Juga

"Ini sensitif, karena di dunia orang bilang masih banyak orang Afrika yang belum dapet kenapa negara maju dikasih booster. Jadi isu ketidakadilannya, tidak etisnya tinggi sekali di dunia karena banyak negara-negara dunia yang even suntikan pertama saja belum dapat," tutur Budi.

"Untuk bisa mencegah agar dinamika dunia, karena kita juga dapat sumbangan banyak dari negara-negara dunia itu terjaga, bahwa semua negara yang memulai booster itu dilakukan sesudah 50 persen penduduknya disuntik dua kali. Dan kita perkirakan ini akan terjadi di bulan Desember. Karena kalau kita terlalu cepat, nanti kita akan dilihat sebagai negara yang itu tadi, yang tidak memperlihatkan etiket baik, equality dari vaksin, karena banyak juga orang-orang, rakyat kita belum dapat vaksin. Kenapa mesti dikasih [suntikan] kedua, ketiga," lanjut dia.

Ia menegaskan, nantinya suntikan booster ini hanya akan diberikan satu kali saja. Sebab, berdasarkan hasil uji klinis dan analisa secara medis menunjukkan satu suntikan saja sudah menunjukkan kenaikan antibodi yang tinggi.

Sementara itu, ia menyebut berdasarkan arahan Presiden Jokowi, yang akan menjadi prioritas pemberian vaksinasi booster ini adalah kelompok lansia.

"Rencananya ke depan sudah bicarakan dengan Bapak Presiden adalah ini pertama prioritasnya lansia dulu, karena lansia tetap yang berisiko tinggi. Kedua akan ditanggung negara adalah yang PBI," ucap Budi.

"Jadi mohon maaf, Bapak Ibu anggota DPR yang memang penghasilannya cukup, nanti kita minta bayar sendiri. Dan itu nanti akan dibuka mau pilih yang mana [vaksinnya]," tutup dia.