Usai Lebaran, Kasus Covid Indonesia Merangkak Naik

Usai Lebaran, Kasus Covid Indonesia Merangkak Naik

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda lonjakan satu pekan setelah Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah. Dalam dua hari terakhir, Kamis (20/5/2021) dan Jumat (21/5/2021), penambahan kasus berkisar di angka lima ribuan.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, pada Kamis (20/5) terdapat penambahan 5.797 kasus positif baru. Sementara, jumlah kasus aktif naik 610 kasus.

Peningkatan kasus tersebut terlihat melonjak jika dibandingkan dengan kasus harian pada sebelum atau saat Hari Raya Idulfitri yang jatuh pada 13 Mei 2021. Saat Lebaran, Satgas mencatat ada penambahan 3.448 kasus harian secara nasional.

Angka penambahan kasus harian merangkak perlahan usai momen Lebaran. Pada 16 Mei, Satgas mencatat ada penambahan 3.080 kasus, 17 Mei ada 4.295 kasus, 18 Mei ada 4.185 kasus, 19 Mei ada 4.871 kasus, dan mulai Kamis kasus harian mencapai 5.797 kasus.

Penambahan kasus harian pada Jumat (21/5) juga masih berada di angka lima ribuan, tepatnya 5.746 kasus. Dengan demikian, secara kumulatif, jumlah kasus positif corona di Indonesia sampai dengan kemarin 1.764.644 kasus positif.

Tak hanya kasus positif, jumlah kasus kematian akibat Covid juga perlahan menunjukkan tanda-tanda kenaikan usai Idulfitri. Pada 13 Mei, Satgas melaporkan 99 kasus meninggal.

Angka itu kemudian naik pada 14 Mei dengan 107 kasus dan 15 Mei 144 kasus kematian. Angka kasus kematian harian sempat turun 16 Mei dengan 126 kasus, namun kembali melonjak pada 17 Mei dengan 212 kasus kematian.

Kasus kematian kembali menurun pada 18 Mei dengan 172 kasus, dan naik kembali pada 19 Mei dengan 192 kasus, serta 218 kasus pada 20 Mei. Sehari berselang, kasus kematian menurun kembali dengan 182 kasus.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan telah mempersiapkan langkah-langkah guna mengantisipasi lonjakan kasus dan mutasi Covid-19 yang ditemukan di daerah.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan momen libur Lebaran memiliki potensi lonjakan kasus positif Covid-19 sebesar 30 sampai 80 persen.

Salah satu langkah antisipasi pemerintah terhadap lonjakan kasus Covid yakni menyiapkan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit. Kendati demikian, Budi tetap berharap tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19 usai libur lebaran.

Secara nasional, ketersediaan tempat tidur saat ini berjumlah sekitar 390 ribu unit. Dari jumlah itu, ada sekitar 70 ribu tempat tidur yang dikhususkan untuk pasien Covid-19. Kemudian, untuk kapasitas ICU, dari sekitar 22 ribu unit sebanyak 7.500 di antaranya dikhususkan untuk pasien positif virus corona. (Jo)