Usai Jalani Sidang Kode Etik Ketiga, Firli Bahuri Hindari Wartawan

Usai Jalani Sidang Kode Etik Ketiga, Firli Bahuri Hindari Wartawan
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri sudah tiga kali menjalani sidang dugaan pelanggaran kode etik kasus penggunaan helikopter.

Seusai sidang ketiga yang digelar hari ini, Selasa, 8 September 2020, jenderal polisi berbintang tiga itu tak ketahuan meninggalkan Gedung Anticorruption Learning Center yang menjadi tempat sidang.

Gelagat Firli tak mau diwawancarai sudah nampak saat kedatangannya, Selasa siang. Lewat pintu belakang, Mobil Toyota Kijang Innova berkelir hitam yang ditumpanginya, dia langsung masuk area parkir bawah tanah gedung KPK lama tersebut. Awak media tak dibolehkan masuk ke sana. Lazimnya, tamu yang datang ke gedung tempat Dewan Pengawas KPK berkantor itu masuk lewat lobi depan.

Dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, sidang etik dengan agenda pemeriksaan Firli rampung sekitar satu setengah jam kemudian. Awak media yang menunggu di lobi gedung masih melihat saat mantan Kepolda Sumatera Selatan itu berjalan diiringi pengawalnya di selasar Gedung ACLC pada pukul 15.22 WIB. Berbatik hijau, sang jenderal tak berjalan menuju pintu lobi, tapi berbelok ke arah lift.

Khawatir Firli memilih pintu belakang untuk keluar, sejumlah wartawan langsung berlari menuju pintu itu. Kekhawatiran para pewarta itu bukan tanpa alasan. Sebab, Firli memilih jalur itu untuk keluar pada sidang etik kedua yang digelar Jumat, 4 September 2020. "Kita ikuti saja, ya," kata Firli ketika itu.

Tetapi hari ini, wartawan yang menunggu di pintu belakang gagal menemukan Firli. Mereka melihat mobil Innova yang ditumpangi Firli saat datang, namun tak melihat ada Ketua KPK itu di dalamnya.

Para wartawan akhirnya berbagi tugas menjaga setiap pintu keluar. Maklum berbeda dengan Gedung KPK Baru, gedung lama ini punya lebih dari dua pintu untuk keluar. Ditunggu beberapa saat, Firli tak juga terlihat. Sejumlah anggota polisi yang mengawalnya justru sudah meninggalkan kawasan gedung itu.

Keinginan wartawan untuk meminta pernyataan pupus setelah seorang pegawai Dewan Pengawas KPK akhirnya memberi tahu bahwa Firli sudah pergi.