Usai Jakarta Diguyur Hujan, 129 RT Terendam Banjir

Usai Jakarta Diguyur Hujan, 129 RT Terendam Banjir
Banjir Jakarta (foto Bisnis.com)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pascahujan intensitas cukup deras pada Sabtu (10/10/2020) malam, terdapat 129 RT yang terendam banjir. Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta M Insaf menyatakan genangan air membuat sebagian warga harus mengungsi.

“Update info pukul 06.00, pos pengungsian ada 9 lokasi,” kata Insaf dalam keterangannya, Minggu (11/10/2020).

Sementara di Jakarta Selatan terdapat 53 RT terendam banjir dengan ketinggian air beragam dari 10 cm hingga 150 cm.

“Jakarta Barat terdapat 19 RT tergenang. Ketinggian 10 - 30 cm, 13 RT. Ketinggian 31 - 70 cm, 6 RT,” jelasnya.

Untuk Jakarta Timur terdapat 57 RT terendam banjir dengan ketinggian air dari 10 cm hingga 150 cm.

“Untuk jalan tergenang sudah surut seluruhnya,” tandasnya.

Sebanyak 300 rumah warga di Jalan Damai RT 04/RW 02, Kelurahan Cinganjur, Jakarta Selatan, terendam banjir dengan ketinggian mulai dari 70 cm hingga 150 cm, Sabtu malam.

Camat Jagakarsa H Alamsah menyebutkan banjir bersumber dari luapan anak Kali Setu akibat curah hujan yang tinggi serta kiriman air dari wilayah Depok.

"Hujan cukup deras, selain itu di Depok juga hujan, Kali Baru ini alirannya di Depok," kata Alamsyah.

Ia mengatakan luapan anak Kali Baru dikarenakan tebok pembatas kali di kawasan Melati Residen jebol sehingga air meluber masuk ke pemukiman warga di RT 04/RW 02.

Sejumlah rumah warga yang berada di pinggir kali juga rusak, satu warga meninggal dunia dan dua orang lainnya terluka akibat kejadian tersebut.

"Yang dua sudah dievakuasi di Rumah Sakit Sibron, satu lagi informasinya meninggal dunia di Rumah Sakit Marinir," kata Alamsyah.

Menurut Alamsyah, korban meninggal akibat tertimpa bangunan rumahnya yang rusak diterjang air luapan anak Kali Setu. Hingga kini air masih cukup tinggi menggenangi pemukiman warga di Jalan Damai.

Pihaknya telah menyiapkan tiga lokasi penampungan bagi warga yang mengungsi, namun sebagian besar warga memilih bertahan di lantai dua rumahnya.

"Dinas Sosial DKI sudah mendirikan tenda di lokasi untuk warga mengungsi, yang kita butuhkan bantuan makanan," kata Alamsyah. (ws)