Lintas Daerah

Upah Buruh di Jambi Masih Banyak di Bawah Upah Minimum

JAMBI, SENAYANPOST.com – Dalam peringatan Hari Buruh 2018 kali ini, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesai (KSBSI) Provinsi Jambi menyebut masih banyak buruh di daerah ini yang belum mendapatkan upah layak dan di bawah upah minimum.

“Masih banyak buruh di Jambi yang mendapat upah di bawah upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK),” kata Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesai (KSBSI) Provinsi Jambi, Roida Pane, di lapangan RRI Jambi, Selasa (1/5/2018).

Selain itu, kata dia, banyak masih banyak buruh berstatus harian lepas yang tidak mendapat hak seperti yang diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan. Kemudian, buruh di Jambi banyak yang tidak terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan.

“Peran pengawasan dari semua pihak masih sangat dibutuhkan. Karena baru sekitar 25 persen buruh di Jambi yang mendapat layanan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Tak hanya itu, jelas dia, skala upah sektor juga belum diterapkan di Jambi. Padahal, hal itu penting sesuai undang-undang ketenagakerjaan.

Pada Hari Buruh 2018 kali ini, KSBSI Jambi mengadakan bakti sosial seperti sunatan massal, pengobatan kesehatan gratis dan lomba mewarnai anak. KSBSI juga menggelar diskusi publik menghadirkan pihak Pemprov Jambi dan perwakilan buruh.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Provinsi Jambi, M Fauzi mengatakan, terkait upah sektor yang belum diterapkan, pihaknya memang belum menandatangani permintaan itu.

Meski demikian, jelas dia, Pemprov Jambi terus berupaya bisa mensejahterakan kaum buruh di Jambi khususnya. Fauzi mengaku senang karena tidak ada yang turun ke jalan dan mengapresiasi kegiatan Bakti Sosial dan diskusi publik yang disiapkan KSBSI. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close