Pendidikan

Unpad Gandeng Brimob Jaga Kampus, Pengamat Pendidikan: Ini Kemunduran Besar

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Sejumlah kalangan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat diberitakan  mengeluhkan keberadaan personel Brimob di kampusnya. Mahasiswa bernama Viona Mahardika adalah salah satunya.

Mahasiswa jurusan Sastra Jerman Unpad ini mengatakan, keberadaan Brimob sudah sejak Januari 2018. Kondisinya, terjadi peralihan agensi keamanan dari PT Sentinel ke PT Kartika. Keberadaan Brimob dirasakannya sampai mengawasi kegiatan mahasiswa.

“Paling terasa dalam beberapa bulan ini tindakan dari petugas Brimob itu bukan cuma menjaga (keamanan) tapi aku rasakan beberapa kalau bikin acara di kampus selalu diawasi,” kata Viona.

Menanggapi itu, pengamat pendidikan, Darmaningtyas, menilai hai itu sebagai sebuah kemunduran atau dekadensi dalam dunia pendidikan nasional.

“Kampus yang mengundang aparat keamanan untuk masuk itu saya kira kemunduran besar, kembali pada masa rezim Orde Baru,” kata Darmaningtyas, Sabtu (28/4/2018).

Dia menjadi ingat soal kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) pada 1978-1979. Saat itu kampus ditekan pemerintahan Orde Baru. Kejadian itu sudah lama berlalu dan Indonesia sudah memasuki demokratisasi. Namun ternyata ada gejala di Unpad.

“Itu dulu yang ditolak mahasiswa tahun 1978 karena masuknya aparat keamanan ke kampus. Menurut saya tidak tepat bila Brimob menjaga kampus,” kata Darmaningtyas.

Menurutnya, kampus adalah dunia yang bebas bagi pedebatan pemikiran. Tak seharusnya dinamika intelektual di kampus terganggu oleh kehadiran aparat.

“Kalau ini didiamkan, maka ini akan menjadi role model (contoh) bagi kampus-kampus lain dalam menjaga keamanan,” kata dia.

Sebenarnya ini adalah perkara peralihan vendor pengamanan yang mengalami masa jeda. Untuk mengisi kevakuman penjaga keamanan, maka pihak kampus mengundang Brimob untuk masuk. Darmaningtyas menyarankan agar kampus tak lagi menerapkan sistem alih daya (outsourcing) untuk memenuhi kebutuhan penjaga keamanan kampus, supaya tak terjadi kekosongan personel dan akhirnya malah mengundang aparat untuk masuk kampus.

“Lebih baik untuk menjaga keberlanjutan penjagaan kampus, mestinya satpam-satpam ini menjadi karyawan organik kampus, bukan menhjadi outsourcing,” kata dia.

 

KOMENTAR
Tags
Show More
Close