Internasional

Unjuk Rasa Tuntut Presiden Haiti Mundur, 78 Tahanan Kabur

PORT-AU-PRINCE, SENAYANPOST.com -Unjuk rasa menuntut mundurnya Presiden Jovenel Moise di Haiti telah berlangsung selama hampir seminggu. Dengan setidaknya enam orang dilaporkan tewas karena bentrok dalam aksi itu.

Ketegangan bertambah setelah Selasa (12/2/2019) terjadi pembobolan penjara yang menyebabkan 78 tahanan di penjara di Kota Aquin kabur.

Aksi pelarian puluhan narapidana itu terjadi pada tengah hari, demikian kata juru bicara kepolisian nasional.

Awal mula hingga terjadi kebobolan penjara tersebut belum diketahui, namun saksi mengatakan, insiden pelarian puluhan tahanan terjadi selama aksi demontrasi anti-Moise digelar di depan kantor polisi yang bersebelahan dengan penjara.

Kondisi lembaga pemasyarakatan di Haiti telah dianggap sebagai salah satu yang paling tidak manusiawi di dunia oleh kelompok hak asasi manusia.

Para narapidana di penjara negara itu dilaporkan menghadapi kondisi ruang tahanan yang penuh sesak, kebersihan buruk, kekurangan makanan, dan minimnya perawatan kesehatan.

Sistem peradilan yang sangat lambat juga turut disalahkan dan berkontribusi pada krisis.

Pada Oktober lalu, sebuah penyelidikan menemukan bahwa tigaperempat dari 11.839 terpidana yang ditahan di Haiti masih menunggu keputusan pengadilan dan menghadapi penundaan yang tak jarang berlangsung hingga sepuluh tahun.

Aksi protes dan demonstrasi menuntut Presiden Moise untuk mundur dari jabatannya telah berlangsung sejak Kamis (7/2/2019).

Banyak warga Haiti menuding Moise dan pejabat negara lainnya korupsi. Selain itu, kesenjangan sosial yang semakin buruk membuat warga frustasi.

Ribuan orang turun ke jalan selama aksi. Petugas polisi berusaha membubarkan mereka, namun massa yang frustasi justru menjadi semakin anarkis dan mulai membakar mobil dan ban, serta menjarah toko-toko.

Hingga hari keempat, Minggu (10/2/2019), dilaporkan empat orang tewas selama aksi unjuk rasa.

Polisi baru melaporkan adanya korban tewas sepanjang aksi setelah hari pertama, dengan dua orang tewas di sela-sela konvoi massa.

Sementara itu, di tengah menurunnya kondisi keamanan di Haiti, Departemen Luar Negeri AS telah memerintahkan warganya, terutama anak-anak doplimat yang ditempatkan di kedutaan AS, di Haiti untuk segera meninggalkan negara itu. Demikian diwartakan AFP. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close